alexametrics

Akademisi: Bicara Indonesia Maju, Maka Bicara Kualitas SDM

loading...
Akademisi: Bicara Indonesia Maju, Maka Bicara Kualitas SDM
Rektor IPB, Arif Satria dalam Sarasehan bertajuk 'Indonesia Maju, Kini dan Nanti' yang digelar DN-PIM di Kantor CDCC di Warung Jati, Jakarta Selatan, Kamis (7/11). Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Bicara Indonesia maju, maka negara harus bicara kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu disampaikan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria dalam Sarasehan bertajuk 'Indonesia Maju, Kini dan Nanti' yang digelar Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) di Kantor CDCC di Warung Jati, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).

Menurut Arif, ketika bicara kualitas SDM maka seharusnya penekanannya pada kualitas pendidikan dan kebudayaan bangsa.

"Singapura menyiapkan kurikulum (pendidikan) dengan merombak semua proses pendidikan yang siap kerja. Saya di IPB juga menekankan kualitas pendidikan bukan pada berapa nilai yang dihasilkan," ujar Arif dalam paparannya.



Dengan demikian, menurutnya, kreatifitas, skill, dan keterampilan, kolaborasi yang harus harus diturunkan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

"Nah jauh dari itu semua basisnya adalah integritas, kejujuran. Dengan integritas tinggi maka kita bisa berkolaborasi. Jadi basis integritas itu yang paling penting, paling utama," katanya.

Selain itu, kata Arif, negara juga harus menyiapkan generasi muda yang memiliki daya inovasi tinggi. Menurutnya, inovasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk yang dikembangkan di dunia pendidikan serta kewajiban pemerintah dalam memberikan akses produk inovatif yang mumpuni.

"Lagi-lagi ketika bicara inovasi maka bicara kreatifitas. Nadiem, Ahmad Zaki, saya, kita, mereka, tidak punya modal kuat, tapi inovasi menjadi andalan mereka untuk mengembangkan bisnis yang membuat mereka besar," pungkasnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak