alexametrics

Diisukan Masuk Dewan Pengawas KPK, Antasari Azhar Meradang

loading...
Diisukan Masuk Dewan Pengawas KPK, Antasari Azhar Meradang
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar (dua dari kiri) saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk Mengintip Figur Dewan pengawas KPK di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar ramai disebut berpeluang menjadi salah satu anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang akan ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Antasari menegaskan kabar tersebut bohong alias hoaks. ”Isu yang muncul di beberapa sosial media adalah menurut saya hoaks,” tutur Antasari saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk Mengintip Figur Dewan pengawas KPK di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Antasari malah menganggap isu tersebut sengaja diembuskan untuk mencemarkan nama baiknya. ”Tadi saya sudah pertanyakan, bolehkah saya melakukan gugatan pencemaran nama baik? Kenapa saya harus ikut diviralkan ke situ, atas inisiatif siapa? Ada dua kemungkinan, memang membuat baik saya atau ingin menghancurkan saya? Makanya saya katakan, bisa enggak saya menggugat?” tuturnya. (Baca juga: Deretan Tokoh Ini Dinilai Pantas Masuk Dewan Pengawas KPK)



Mantan jaksa itu beralasan, hingga kini dirinya tidak pernah dipanggil atau diajak bicara atau berkomunikasi dengan Presiden Jokowi mengenai Dewan Pengawas. ”Begitu muncul, ada apa?” paparnya.

Antasari mengaku selama ini tidak banyak berkegiatan di luar dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. ”Saya jujur sejak saya datang ke sini (sebagai pembicara pada Kamis (18/7/2019) silam-red) diskusi dengan bapak Trimedya, saya jujur saya di rumah aja sampai hari ini enggak kemana-mana, di rumah saja, paling keluar ngajak cucu jalan,” tuturnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak