alexametrics

Persatuan Guru NU Pertanyakan Visi Nadiem sebagai Mendikbud

loading...
Persatuan Guru NU Pertanyakan Visi Nadiem sebagai Mendikbud
Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mempertanyakan visi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Foto/SINDOnews/abdul rochim
A+ A-
JAKARTA - Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mempertanyakan visi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pergunu Aris Adi Leksono dalam keterangan persnya, Selasa (5/11/2019), setelah sebelumnya bersama sejumlah organisasi profesi lainnya, bersilaturahmi dengan Mendikbud pada Senin, 4 November 2019.

Dalam pertemuan yang diprakarsai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut, Pergunu hadir dengan membawa sejumlah gagasan untuk mewujudkan mutu guru dan sistem pendidikan unggul dan kompetitif, dengan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal. Aris mengatakan, usai pertemuan dengan Nadiem Makarim, pihaknya merasa tidak menangkap visi Nadiem sebagai Mendikbud.
”Saat memberikan pengantar forum silaturrahmi, beliau menyampaikan masih belajar dan mengajak bersama-sama belajar untuk membenahi, mengembangan atau merevolusi sistem pendidikan di Indonesia,” tuturnya.



Pihaknya berterima kasih sudah dilibatkan dalam forum silaturahmi antara organisasi profesi dengan Mendikbud. ”Tapi sayang kami tidak menangkap visi besar untuk memajukan pendidikan Indonesia yang penuh kompleksitas. Apapun argumennya, visi seorang leader itu penting untuk menumbuhkan optimisme bagi masyarakat pendidikan. Memang betul banyak tipologi kepemimpinan, tapi semuanya pasti punya visi awal, terlepas benar atau salah visi tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat pendidikan Indonesia,” terang Aris.

Lebih lanjut Aris menuturkan, dalam teori apapun, visi dan misi dalam menajemen sangat penting karena pengorganisasian akan berjalan secara sistematis, terarah, dan terukur. Menurutnya, menyerap aspirasi dari bawah penting, tapi kendali mutu yang berkelanjutan tetap harus diperhatikan oleh seorang pimpinan.

”Karena pemimpin adalah gugus depan perubahan. Apalagi menyangkut nasib bangsa dan negara melalui pendidikan. Kita semua paham bahwa semua pendekatan manajemen, visi seorang pemimpin sangat penting, bawahannya mengembangan menjadi misi dan tujuan yang jelas, terukur, dan terarah. Menyerap aspirasi adalah salah satu metode menyelesaikan masalah, tapi mengawali dengan menjelaskan visi dan misi sebagai seorang pemimpin menjadi sangat penting,” lanjut Aris.

Karena itu, Pergunu berharap Nadiem Makarim bisa segera bergerak cepat untuk merevolusi visi dan misi pendidikan Indonesia, melakukan tindakan-tindakan yang strategis untuk menjawab problem kebangsaan melalui pendidikan, sehingga sistem pendidikan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, dengan ditandai terwujudnya masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.

Forum silaturahmi itu dihadiri sejumlah organisasi profesi guru dan tokoh Pendidikan. Selain Pergunu, ada juga perwakilan PGRI, FSGI, IGI, FGII, PGSI, Ketua LP Ma’arif NU Kiai Arifin Junaidi, Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Baedowi, dan sejumlah tokoh lainnya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak