alexametrics

Larang Istri Campuri Urusan Internal untuk Jaga Integritas Polri

loading...
Larang Istri Campuri Urusan Internal untuk Jaga Integritas Polri
Lemkapi meminta semua pihak tidak mempolitisir penyataan Kapolri Jenderal Idham Azis yang menyampaikan komitmennya kepada keluarga terkait istri. (Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) meminta semua pihak tidak mempolitisir penyataan Kapolri Jenderal Idham Azis yang menyampaikan komitmennya kepada keluarga agar istri cukup mengurusi dapur, sumur, dan kasur.

Jangan sekali-kali mengurusi urusan internal Polri demi menjaga profesionalisme di mata masyarakat. Komitmen Kapolri itu disampaikannya agar istri sebagai bagian dari keluarga tidak ikut campur mengurusi Polri, karena pangkatnya bisa melebihi Kapolri yakni bintang 'empat setengah'.

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menilai maksud pernyataan Kapolri itu baik yaitu ingin Polri bekerja profesional dan kepercayaan masyarakat semaikin baik. Untuk itu, mantan anggota Kompolnas ini berharap pernyataan Kapolri janganlah dipolitisir.



"Justru mari kita mendukung Kapolri agar kinerjanya semakin baik. Komitmen Kapolri jelas, menginginkan Polri bersih dan tidak ada intervensi dari pihak manapun, termasuk dari keluarga sendiri," kata Edi Hasibuan, Minggu (3/11/2019).

Selama ini, hasil pengamatan dan penelitian Lemkapi, ada saja pihak tertentu yang memiliki niat jahat berusaha mendekati Kapolri, tapi gagal. Karena susah, ada yang berusaha dan mencoba-coba lewat keluarga.

"Kami melihat Kapolri baru memberikan pesan kepada pihak luar, jangan mencoba-coba intervensi lewat keluarga, karena itu pasti tidak akan berhasil," tukasnya.

Kapolri melarang keluarganya ikut campur mengurusi internal Polri dengan tujuan agar Polri bersih dan profesionalisme serta integritasnya sebagai Kapolri terjaga dengan baik.

"Jadi sekali lagi tidak ada maksud Kapolri melecehkan wanita. Kapolri berkomitmen menjaga Polri bekerja baik dan semakin Promoter agar semakin dipercaya masyarakat," ungkap pakar hukum kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Oleh karena itu lanjut Edi, komitmen Kapolri itu tentu saja perlu diapresiasi. "Jadi pandangan kami, Kapolri tidak ada sama sekali maksud mendiskriminasi perempuan. Kami yakin Kapolri sangat menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan," tutup doktor ilmu hukum ini.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak