alexametrics

Penegak Hukum Punya Tanggung Jawab Pastikan Ekonomi Tumbuh Aman

loading...
Penegak Hukum Punya Tanggung Jawab Pastikan Ekonomi Tumbuh Aman
Ketua Forum Masyarakat Peduli Reformasi Kejaksaan Agung, Ates. (Foto/Ist/Dok Ates)
A+ A-
JAKARTA - Kondisi perekonomian nasional akan berkembang jika ada dukungan dari sektor-sektor lain termasuk adanya dukungan dari sektor hukum dan lembaga penegak hukum.

Oleh sebab itu, peran hukum dan lembaga/aparat penegak hukum dalam pembangunan ekonomi sangatlah vital.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Reformasi Kejaksaan Agung, Ates, mengatakan, arahan Presiden Joko Widodo bahwa agar terjadi pertumbuhan ekonomi maka diperlukan reformasi tata hukum di Indonesia perlu segera dilakukan.



Presiden Jokowi, kata dia, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa sering kali investor atau BUMN takut melakukan investasi dan kegiatan bisnis dikarenakan adanya ketidakpastian hukum serta perilaku penegak hukum yang sering mencari-cari kesalahan pelaku bisnis.

"Hal ini tentu akan sangat menghambat kegiatan pengembangan ekonomi Indonesia. Wajar jika kemudian investor memilih negara lain untuk menanamkan investasinya," katanya dalam pesannya yang dikirim Jumat (1/11/2019).

Ates melanjukan, arah dari penguatan peran hukum dan lembaga atauaparat penegak hukum dalam pembangunan ekonomi ke depan secara garis besar adalah, pertaama, pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi korporasi secara bijak yakni tidak menjadikan korporasi sebagai “ATM” yang selalu dicari-cari kesalahannya namun tidak pernah diajak untuk mengembangkan sistem pencegahan secara internal di korporasi masing-masing.

Kedua, mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi terciptanya kepastian investasi dan berjalannya program strategis nasional. Ketiga, melakukan langkah-lanagkah pembaruan hukum dan pembaruan penindakan hukum yang mempertimbangkan kemajemukan tatanan hukum yang berlaku baik di tingkat lokal, nasional dan global.

Lalu keempat melakukan pelayanan hukum-HAM, perlindungan hukum dan penyadaran hukum kepada pelaku ekonomi dan lembaga pemerintah agar keadilan, ketertiban dan kesejahteraan ekonomi dalam terwujud dalam persaingan global yang semakin menguat.

Sementara itu, lanjutnya adalah langkah-langkah konkrit yang harus dikembangkan dan dilakukan oleh aparat penegak hukum agar semakin kontributif dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Ates menyebut antara lain; mendukung transformasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sebagai lokomotif perekonomian nasional.

Kedua, mengedepankan aspek pencegahan dan pemecahan masalah. Aparat penegak hukum harus melakukan langkah pencegahan dengan jalan berkolaborasi dengan pelaku bisnis agar kegiatan bisnis mendapatkan jaminan kepastian hukum.

Ketiga, penataan dan pembenahan manajemen penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus-kasus yang terkait dengan kegiatan bisnis. Aparat penegak hukum harus mengembangkan penerapan sistem dan cara kerja yang mengedepankan bukti-bukti yang berkualitas.

Keempat, mengembangkan sistem koordinasi-supervisi yang harmonis dan sinergis dengan seluruh komponen bangsa, termasuk dengan asosiasi pengusaha dan organisasi masyarakat.

Kelima, mengembangkan dan menciptakan stabilitas keamanan dan hukum. Hal ini perlu dilakukan agar dapat mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh di tengah persaingan global dan guna mewujudkan terlaksananya pembangunan ekonomi nasional dan daerah.

Keenam, mendukung langkah-langkah kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah dalam penciptaan iklim perekonomian yang kondusif. Beberapa Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah sering kali tidak memiliki keberanian untuk melakukan inovasi dikarenakan tidak adanya dukungan dari aparat penegak hukum. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka kegiatan bisnis yang inovatif akan macet.

" Selai itu perlu mengembangkan kerja sama pencegahan dan penindakan kasus kejahatan bisnis lintas negara. Aparat penegak hukum perlu pengembangkan kerja sama lintas negara sehingga kita dapat mencegah kerugian berbagai aspek," katanya.
(vhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak