alexametrics

Semester Genap, UBL Wisuda 1.759 Mahasiswa

loading...
Semester Genap, UBL Wisuda 1.759 Mahasiswa
Total wisudawan berjumlah 1.759 orang, yang terdiri dari 1.712 orang merupakan lulusan UBL dan 47 orang merupakan lulusan Akademi Sekretaris Budi Luhur. (Foto/Humas UBL/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Universitas Budi Luhur (UBL) melaksanakan kegiatan wisuda semester genap 2018/2019. Total wisudawan berjumlah 1.759 orang, yang terdiri dari 1.712 orang merupakan lulusan UBL dan 47 orang merupakan lulusan Akademi Sekretaris Budi Luhur, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019)

Dari jumlah ini, wisudawan penerima beasiswa tercatat sebanyak 299 orang, yang terdiri dari 57 orang penerima beasiswa penuh Strata 1 Nusantara dan kurang mampu, 14 orang penerima beasiswa penuh jenjang Strata 1 Akademik dan Bidikmisi.

"Kemudian 152 orang penerima beasiswa apresiasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan Prestasi Akademik, 72 orang penerima beasiswa apresiasi prestasi olah raga, dan 4 orang penerima beasiswa Strata 1 Kelas Internasional dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis," kata
Humas UBL, Liza Dwi Ratna Dewi melalui siaran pers.



Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro menyatakan, pihaknya sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam mendidik putra-putri Indonesia yang berasal dari seluruh nusantara.

"Harapan kami ilmu yang diperoleh akan digunakan untuk membangun negri ini," kata Kasih Hanggoro.

Dalam kata Sambutannya, Rektor UBL, Wendi Usino menyampaikan, saat ini Indonesia sudah memasuki era revolusi industri generasi keempat yang dikenal dengan istilah Revolusi Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan semakin terkonvergensinya manusia dengan mesin.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan zaman yang serba cepat dan terotomasi saat ini, tidak hanya mempermudah berkomunikasi dan berteknologi, namun seiring dengan konvergensi teknologi kepada proses bisnis yang ada juga berpotensi akan hadirnya gangguan-gangguan yang merugikan kita, seperti adanya berita bohong (hoaks), menyebarnya faham radikalisme, kemunculan berbagai kejahatan komputer maupun kejahatan siber," jelasnya.

Oleh karena itu kata Wendi, sesuai dengan Visi Universitas Budi Luhur yaitu menjadi perguruan tinggi unggul yang dilandasi kecerdasan dan kebudiluhuran, maka para wisudawan ini tidak hanya kami bekali dengan ilmu pengetahuan saja, tetapi yang lebih penting justru bekal nilai-nilai kebudiluhuran.

"Selain itu, untuk meningkatkan dan memajukan Universitas Budi Luhur dan menjadi Perguruan Tinggi Unggul di tingkat Nasional dan Internasional. Kerja sama nasional antara lain dilakukan dengan Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Perpustakaan Nasional, Puspiptek Serpong," ungkapnya.

"Sedangkan kerja sama internasional antar lain dijalin dengan HZ University Belanda, School of Global Japanese Study Meiji University Tokyo, Rangsit University Thailand, Indian Institute Information Technology India, Universiti Kebangasaan Malaysia, Dongguk University Korea," sambungnya.

Pada acara ini dihadiri Lutfy Rauf Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri (Bidkoor Pollugri) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) yang memberikan orasi ilmiah pada sesi 1.

Sedangkan Rikard Bagun, Wakil Pemimpin redaksi Kompas dan Dirut kompas TV memberikan orasi ilmiah pada sesi 2. Dari para wisudawan ini, tercatat prestasi akademik terbaik, yakni S1 diraih Matius John Tirtawirya dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan IPK sebesar 3,98.

S2 diraih Sutami dari Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dengan nilai IPK 3,96. D3 diraih oleh Nila Madaniyya dari Program Studi Manajemen Informatika Fakultas Teknologi Informasi dengan nilai IPK 3,93. Prestasi terbaik Diploma 3 Akademi Sekretari Budi Luhur diraih oleh Vira Ratriani dengan nilai IPK sebesar 3,92.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak