alexametrics

Pengamat: Duet Wishnutama dan Angela Miliki Manuver Luar Biasa di Pariwisata

loading...
Pengamat: Duet Wishnutama dan Angela Miliki Manuver Luar Biasa di Pariwisata
Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo bersama Menparekraf Wishnutama optimistis bisa mendorong industri pariwisata dan ekonomi kreatif serta meningkatkan devisa negara. Foto/Dok Kemenpar dan Ekonomi Kreatif
A+ A-
JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan bahwa komposisi di dalam Kementerian Pariwisata dan Badan Kreatif (Kemenparekraf) yang diisi oleh Menteri Wishnutama dan Wakil Menteri Angela Tanoesoedibjo merupakan duet yang paling komplit.

Adi meyakini keduanya memiliki manuver dan keberanian luar biasa untuk perubahan yang luar biasa di bidang pariwisata Indonesia.

"Wishnutama ini orang yang sukses dibidang media, mba Angela juga sukses dibidang media karena dia ada bagian dari MNC Group, tapi akhir bersamaan dua orang ini sama-sama punya manuver dan keberanian untuk satu perubahan-perubahan luar biasa," ujar Adi dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network dengan tajuk Kabinet Bikin Kaget, di d'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2019).



Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu pun sangat yakin dengan kemampuan keduanya, terlebih saat menyaksikan ketika Angela menegaskan bahwa dirinya bakal fokus membangun 10 destinasi Bali baru yang bakal dikembangkan.

"Publik cukup yakin untuk semua, mba Angela memiliki semua instrumen untuk melakukan suatu temuan temuan yang agresif gitu ya, terutama untuk memajukan pariwisata," jelasnya.

Adi juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak jenis tempat wisata, mulai dari gunung, pantai, hingga kepulauan yang indah tersebar dari Sabang-Merauke. Dan duet Wishnutama dan Angela mampu mengangkat industri pariwisata di Indonesia.

"Pariwisata kita itu luar biasa, pantai dan gunung kita itu luar biasa tinggal bagaimana mempromosikan kedepan. dan ditangan dua anak muda inilah publik beharap Indonesia bisa terkenal se-antero dunia," katanya.

Diketahui 10 destinasi wisata prioritas yang dikenal dengan Bali Baru ini tercetus sejak 2015. Deretan destinasi ini akan menjadi daya pikat baru untuk mendatangkan turis mancanegara ke Indonesia.

Adapun, ke-10 Bali Baru tersebut adalah Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Morotai di Maluku Utara.

Berdasarkan data BPS, ada 15,8 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia. Selama berada di Tanah Air, mereka rata-rata membelanjakan USD1.220 per kepala per kunjungan atau istilahnya Average Spending per Arrival (ASPA).

Angka spending USD1.220 per visit itu sudah gabungan antara wisman dari 19 pintu utama Imigrasi yakni 13,3 juta wisman, plus 2,71 juta wisman dari pintu lainnya, termasuk dari festival-festival cross border. Jadi, totalnya 15,81 juta wisman.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB tahun 2018 mencapai 4,50 persen dan tahun 2019 tembus 4,80 persen. Di sisi lain, ekonomi kreatif juga memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional karena mampu menyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hingga Rp922 triliun pada 2016. Angka ini diprediksi terus naik setiap tahunnya sekitar 10 persen, sehingga pada 2018 diprediksi mencapai Rp1.105 triliun.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak