alexametrics

Ketua MPR Sebut Jokowi Punya Kalkulasi Sendiri Soal Sosok Menteri

loading...
Ketua MPR Sebut Jokowi Punya Kalkulasi Sendiri Soal Sosok Menteri
Ketua MPR Bambang Soesatyo melihat bahwa langkah Presiden Jokowi yang telah memanggil sejumlah tokoh ke Istana Negara dilandaskan atas kalkulasi politik yang matang. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo melihat bahwa langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memanggil sejumlah tokoh ke Istana Negara, Jakarta termasuk di antaranya mantan kompetitornya saat Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019, Prabowo Subianto dilandaskan atas kalkulasi politik yang matang.

“Memang presiden ketika diumumkan pada Juni lalu sebagai pemenang pilpres, sehingga beliau punya banyak waktu untuk mempersiapkan komposisi periode kedua. Jadi kalau hari ini kita lihat ada sejumlah muka-muka baru yang diperkenalkan, saya yakin itu berdasarkan kalkulasi politik yang sangat matang untuk mengisi posisi-posisi yang memang dalam kabinet yang akan datang diperlukan kekompakan dan langkah cepat,” ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Karena itu, Bamsoet melanjutkan, jika ada nama-nama yang muncul dalam beberapa hari terakhir termasuk Prabowo, merupakan rekonsiliasi politik yang ingin diciptakan Jokowi untuk stabilitas pemerintahan lima tahun mendatang. (Baca juga: Makan Siang Sambil Dengerin Metallica, Jokowi Minta Basuki Lanjut)



“Walaupun sesungguhnya rekonsiliasi sudah tercipta di Parlemen. Tapi mungkin ingin diperkuat di kabinet pemerintah,” tuturnya.

Bamsoet menilai, Prabowo yang kabarnya diplot sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) cocok karena memang kompetensinya di bidang pertahanan. Sehingga diharapkan Indonesia memiliki pertahanan yang kuat dan bisa disegani di Asia dan global ke depannya.

Begitu juga dengan Edhy Prabowo yang diplot sebagai Meneri Pertanian (Mentan) sama-sama memiliki kompetensi di bidang pertanian dan Prabowo juga mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

“Saya tidak membaca terlalu banyak yang menolak. Saya justru banyak masukan bahwa banyak yang men-support Pak Prabowo di posisi Menhan. Karena saya pribadi juga meyakini beliau punya kompetensi di sana. Termasuk kompetensi Edhy Prabowo atau Gerindra di sektor pertanian,” paparnya.

Karena itu, Bamsoet meyakini bahwa presiden mempunyai kalkulasi politik yang matang. Apakah itu untuk menguatkan rekonsiliasi yang ada baik di tataran elite atau di akar rumput, maupun target-target gapaian pemerintah yang akan datang.

Dengan pemerintahan yang kompak dan legislatif yang kompak tentu akan berdampak bagus buat rakyat karena semua bisa bekerja dengan baik, fokus pada bidangnya masing-masing dan tidak ada gejolak, ekonomi tumbuh dengan baik dan Indonesia bisa melunasi hutangnya perlahan.

Soal fungsi pengawasan yang berkurang di legislatif, dia meyakini bahwa walaupun di Parlemen adalah koalisi pemerintah tidak menghilangkan kekritisan DPR terhadap pemerintah. Karena yang dikritik bukan presiden, tapi kebijakan dan langkah-langkah para menteri.

“Justru kita berharap para menteri ke depan bekerja lebih keras lagi agar presiden tidak dikritik di Parlemen,” harapnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak