alexametrics

Indonesia Bidik Peluang Kebutuhan Pilot di Arab Saudi

loading...
Indonesia Bidik Peluang Kebutuhan Pilot di Arab Saudi
Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah, Agus Muktamar dan Direktur Politeknik Penerbangan Palembang M Andar Adityawarman menandatangani PKS pengembangan SDM di bidang transportasi udara di Jakarta. Foto/KJRI Jeddah
A+ A-
JAKARTA - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi menjalin kerja sama dengan Politeknik Penerbangan Palembang, Sumatera Selatan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang transportasi udara.

Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak yang dilakukan oleh Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KJRI Jeddah, Agus Muktamar dan Direktur Politeknik Penerbangan Palembang M Andar Adityawarman di Jakarta, Jumat (18/10/2019). Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hery Sudarmadji; Konsul Jenderal RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin; dan Atase Perhubungan KJRI Jeddah, Amiruddin.

"Ruang lingkup kesepakatan ini meliputi pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan untuk siswa Indonesia di wilayah kerja KJRI Jeddah; serapan siswa Politeknik Penerbangan Palembang di Arab Saudi; dan pengembangan serta pemberdayaan sumber daya manusia di bidang transportasi udara," ujar Agus Muktamar dalam siaran persnya yang diterima SINDOnews, Minggu (20/10/2019).



Menurutnya, kerja sama ini penting untuk mengembangkan minat anak-anak Indonesia yang berada di Arab Saudi. Untuk diketahui saat ini tercatat ada 1.024 siswa di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan 353 siswa Sekolah Indonesia Mekkah (SIM).

Untuk menyiapkan SDM perhubungan udara yang unggul, Politeknik Penerbangan Palembang menyiapkan tiga program studi yaitu Manajemen Bandar Udara, Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan, dan Teknologi Rekayasa Bandar Udara. Tenaga pengajar dan fasiltas yang dimiliki oleh Politeknik Penerbangan Palembang sudah memenuhi persyaratan dan regulasi yang diatur dalam ICAO TRAINAIR Plus yang diakui di seluruh dunia.

"Saat ini, Politeknik Penerbangan Palembang juga telah mendidik siswa dari Maldives dan tengah menjajaki untuk melatih crew dari Malaysia," katanya.

Konjen Jeddah Mohamad Hery Saripudin menyambut baik penandatangan PKS dan mengharapkan agar segera ditindaklanjuti dengan rencana kerja yang riil, sehingga hasilnya dapat segera dinikmati oleh kedua belah pihak.

"Bagi KJRI Jeddah, penandatanganan perjanjian ini memandatkan dua hal. Pertama, Konsul Pensosbud bekerja sama dengan SIJ dan SIM harus mulai memetakan minat dan bakat para siswa yang akan direkrut. Kedua, Atase Perhubungan di Jeddah sudah harus melakukan analisis tingkat kebutuhan flight attendant industri transportasi udara Arab Saudi beserta persyaratan yang diperlukan," kata Hery Saripudin.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubunga Udara Kemenhub, Hery Sudarmadji mengamini perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia anak-anak WNI yang bersekolah di SIJ dan SIM dengan memanfaatkan fasilitas perhubungan udara.

"Transportasi udara merupakan industri yang heavily regulated sehingga perlu pembahasan yang lebih intensif antara Indonesia dan Arab Saudi terkait pendidikan pembentukan sumber daya perhubungan udara," katanya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak