alexametrics

Indonesia Visionary Leader 2019

Investasi Perlu Terobosan Kepala Daerah

loading...
Investasi Perlu Terobosan Kepala Daerah
Pakar Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto saat berbicara dalam acara Indonesia Visionary Leader 2019 di Auditorium Gedung SINDO, Jakarta, Selasa (15/10/2019). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Kepala daerah dituntut untuk membuat terobosan-terobosan dalam meningkatkan ekonomi daerah, serta mengundang investasi baru. Misalnya dengan mempermudah sistem perizinan usaha atau berbagai peluang yang menarik minat para investor.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto mengatakan, seorang kepala daerah pertama harus memiliki konsep yang komprehensif terkait peluang-peluang yang mungkin bisa dikerjasamakan dengan pihak lain.

”Karena gagasan kepala daerah itu perlu sebagai basis. Mau apa misalnya, kepala daerah punya waktu lima tahun, prioritas gagasan untuk dieksekusi itu kan melalui gagasan yang komprehensif. Kalau mau mempromosikan sesuatu harus jelas apa yang mau dipromosikan atau kerjasamakan,” tutur Gun Gun Heryanto yang menjadi juri dalam ajang Indonesia Visionary Leader (IVL) yang digelar KORAN SINDO dan SINDOnews.com di Gedung SINDO, Jakarta, kemarin.



Kedua, kepala daerah juga dituntut untuk memiliki jaringan (networking) dalam membangun daerahnya. ”Karena nggak mungkin membangun daerah hanya dari APBD. Itu mutlak. Yang bisa dilakukan dengan jejaring itu adalah membuka peluang-peluang yang bisa dikerjasamakan. Pola partnership adalah ciri dari birokrasi modern,” tuturnya.

Pola kerja sama itu, kata Gun Gun, bisa dilakukan baik skala regional, nasional, maupun global berupa sister city. ”Kan banyak pola kerja sama misalnya sister city, bagaimana membangun dengan kabupaten yang selevel atau dengan provinsi. Mungkin dengan kerja sama jangka menegah panjang dengan pihak swasta yang memungkinkan dia tidak mengeluarkan dana dari APBD, tetapi dia bisa membangun daerah dengan lebih baik tanpa melanggar aturan,” urainya.

Ketiga, dalam konteks branding, kepala daerah perlu menjadi semacam prototype orang yang bisa mengkampanyekan daerahnya. Sayangnya, menurut Gunn Gun, banyak kepala daerah yang dia sendiri tidak bisa menjadi role model apa yang mau dicitrakan dari daerah itu. ”Contoh, kepala daerah di forum-forum publik itu bisa mengenalkan batik dari daerahnya. Atau mempromosikan apa yang menjadi kelebihan daerahnya sehingga orang tahu,” paparnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak