alexametrics

Ngotot Oposisi, PKS Tak Terpengaruh Manuver Gerindra-Demokrat

loading...
Ngotot Oposisi, PKS Tak Terpengaruh Manuver Gerindra-Demokrat
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya menjadi oposisi. Sikap politik itu telah diputuskan oleh Majelis Syuro PKS. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan konsistensinya menjadi oposisi bagi Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.

Partai yang dipimpin Sohibul Iman ini tidak terpengaruh dengan manuver rekan sekolaisinya pada Pilpres 2019, Partai Gerindra dan Demokrat yang menunjukkan sinyal akan merapat dalam Pemerintah Jokowi jilid 2 nanti.

Menurut Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, setiap partai politik memiliki strategi dan pertimbangan masing-masing dalam menentukan langkah politik.



"Gerindra dan Demokrat punya hak untuk memutuskan bergabung dengan Pak Jokowi atau bertahan di oposisi," kata Mardani kepada SINDOnews, Sabtu (12/10/2019). (Baca juga: Lima Sinyal Kuat Gerindra Gabung ke Pemerintah Jokowi)

Dia menjelaskan keputusan partainya menjadi oposisi berdasarkan keputusan Majelis Syuro. "PKS sendiri mengikuti keputusan Majelis Syuro yang menetapkan kita di luar pemerintahan. Insya Allah PKS istiqomah di jalur oposis," kata Mardani seraya memperkenalkan slogan #KamiOposisi.

Menurut dia, oposisi bukan masalah jumlah partai politik, tapi bagaimana selaras dengan aspirasi masyarakat. "Kian sesuai dan memperjuangkan aspirasi rakyat kian kuat #KamiOposisi," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sinyalemen Gerindra dan Demokrat bergabung dengan Pemerintah Jokowi semakin menguat.

Secara tidak bersamaan, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menggelar pertemuan dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta. (Baca juga: Bertemu SBY, Jokowi Akui Bahas Koalisi dengan Demokrat)
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak