alexametrics

MUI Kutuk Keras Aksi Radikalisme Terkait Penyerangan Wiranto

loading...
MUI Kutuk Keras Aksi Radikalisme Terkait Penyerangan Wiranto
Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Muhammad Cholil Nafis mengutuk keras aksi radikalisme pada penyerangan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Kamis (10/10). Foto/Okezone
A+ A-
JAKARTA - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengutuk keras aksi radikalisme pada penyerangan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Kamis (10/10) kemarin.

"Apapun motifnya kami mengutuknya dan harus diusut kalau itu memang dari terorisme jaringan-jaringannya," ujar KH Cholil saat dihubungi SINDOnews, Jumat (11/10/2019).

KH Cholil mengatakan aksi terorisme dan radikalisme bisa dilaksanakan oleh siapapun oleh agama apapun. Maka dari itu semua pihak khususnya aparat keamanan harus bisa mengantisipasi hal tersebut.



"Tugas dari pemerintah adalah menjaga keamanan dari teror itu tapi ketika itu teror berdalih isme agama atau kepercayaan dan keyakinan maka ahli agamawan mana yang bisa memberikan pendangkalan atau penyelesaian bahkan mungkin juga penetralan menormalkan kembali dari paham-paham yang menyimpang, paham-paham terorisme itu yang radikalisme itu," jelasnya.

KH Kholil pun berharap, kepada pemerintah memberikan keamanan yang cukup dan kepada kepolisian khususnya kepada BIN agar lebih efektif untuk mendeteksi tentang gejala-gejala yang merusak terhadap keamanan negara.

"Apalagi kepada pejabat negara sehingga tidak menjadi teror menjadi hal yang menakutkan merasa tidak aman dalam kondisi dan situasi apapun di Indonesia ini," ucapnya.

KH Cholil pun juga turut sedih dengan penyerangan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto pada Kamis (10/10) kemarin. "Saya ikut prihatin dan ikut sedih karena Menko Polhukam ternyata terancam keamanannya. Dan yang kedua menyesalkan mengapa sampai kebobolan sampai keamanannya sampai menyentuh pada orang yang bertanggung jawab sebagai koordinator keamanan di Indonesia ini," tuturnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan pelaku penyerangan Menko Polhukam Wiranto diduga terpapar radikalisme. "Info yang saya dapat dia diduga terpapar radikal ISIS, ini masih didalami dan Densus 88 masih meminta keterangan para tersangka. Tersangka kondisinya tidak luka," ujar Dedi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menko Polhukam Wiranto diserang oleh dua terduga pelaku yakni FA dan Abu Rara ‎(RA) usai melakukan kunjungan di daerah Menes, Purwaraja, Pandeglang, pada Kamis 10 Oktober 2019.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak