alexametrics

Jokowi-Ma'ruf Segera Dilantik, PDIP Ucapkan Terima Kasih kepada Nahdliyin

loading...
Jokowi-Maruf Segera Dilantik, PDIP Ucapkan Terima Kasih kepada Nahdliyin
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto dalam Silaturahim PDIP bersama santri Pondok Pesantren Al Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan yang diasuh Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj, Selasa (8/10/2019) malam. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
A+ A-
JAKARTA - Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin segera dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang. Kontribusi kalangan Nahdliyin dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 lalu dinilai sangat signifikan.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya bersyukur atas dukungan kuat Nahdliyin terhadap berhasilnya Jokowi-Ma'ruf menjadi Presiden-Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Termasuk dukungan kuat kaum Nahdliyin kepada PDIP sehingga membuat sejarah sebagai parpol pemenang pemilu dua kali berturut-turut di 2014 dan 2019.

"Kami berterima kasih kepada para kiai yang atas doa restu dan dukungan, sehingga Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin, pasangan umara-ulama, Oktober nanti akan ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Kami juga berterima kasih atas dukungan Nahdliyin sehingga PDI Perjuangan dipercaya menjadi pemenang pemilu," ujar Hasto Kristiyanto di sela Silaturahim PDIP bersama santri Pondok Pesantren Al Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan yang diasuh Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj, Selasa (8/10/2019) malam.



Hasto hadir bersama sejumlah kader partai itu. Di antaranya adalah Gus Nabiel Haroen yang juga Ketua Umum Pencak Silat NU Pagar Nusa, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Gus Falah Amru yang hadir bersama Wasekjennya Rahmat Sahid, dan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

Dilanjutkan Hasto, pihaknya selalu bersyukur karena sejak Indonesia berdiri, persaudaraan kaum Nasionalis dan Nahdliyin sudah terjaga. Kekeluargaannya selalu dekat sejak pertama kali NKRI berdiri dan menjadi pilar utama negeri.

"Buat PDI Perjuangan, bersama dengan NU itu arahnya jelas, bintang penuntunnya sangat jelas," katanya.

Pada kesempatan itu, Hasto juga berbicara soal sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Jokowi mirip seperti Bung Karno yang sosok kesantriannya tak perlu diragukan.

Diceritakan Hasto, dulu Bung Karno pergi ke Uni Soviet untuk mencarikan makam Tokoh Islam Imam Al Buchori. Di tengah fitnah bahwa Soekarno dan PDIP antiislam, justru proklamator RI itulah yang membangun mesjid di bumi paling utara. Dan di bumi paling selatan yakni di Afrika Selatan, mesjid dibangun oleh putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri.

Nah kini di bawah Pemerintahan Jokowi, resmilah ditetapkan Hari Santri. Belum lagi UU Pesantren yang baru diundangkan. Hasto juga bercerita soal perbincangan Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Pilpres 2014 lalu usai.

"Pak Jokowi tanya ke Ibu Mega, bagaimana menterinya. Yang disebut pertama adalah NU. Ibu Mega mengusulkan NU harus jadi menteri urusan rakyat supaya bisa meningkatkan kesejahteraan Nahdliyin," kata Hasto.

Pada kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan titipan sarung dari Megawati untuk para santri. Sekaligus meminta izin dan saran dari Kiai Said mengenai pembangunan mesjid di kantor partai itu.

"PDI Perjuangan sekarang sedang membangun mesjid. Kami konsultasi ke Kiai Said bagaimana formatnya yang terbaik," kata Hasto.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak