alexametrics

Peraih Academic Leader Ini Mengajak untuk Majukan Dunia Pendidikan

loading...
Peraih Academic Leader Ini Mengajak untuk Majukan Dunia Pendidikan
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Suprapto DEA, meraih penghargaan sebagai Academic Leader 2019. (Foto/Thomas Manggala/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Suprapto DEA, meraih penghargaan sebagai Academic Leader 2019 kategori Pemimpin LL Dikti dalam malam puncak penganugerahan yang berlangsung di Jakarta, Selasa 1 Oktober 2019.

Melalui penghargaan tersebut, Suprapto ingin mendedikasikan sekaligus memotivasi dosen-dosen lain untuk terus berkarya demi memajukan dunia akademik Tanah Air.

Penghargaan tersebut diraih Suprapto berkat kontribusi, dedikasinya untuk ambil bagian dalam rangka mengembangkan dan memajukan dunia akademis tergolong tinggi. Dewan juri mencatat sederet inovasi yang telah dicetuskannya.



Salah satu inovasi yang berhasil diciptakan Suprapto adalah teknologi pembuatan Katalis Padat Berpromotor Ganda CaO/KI/O-Alumina yang digunakan untuk menghasilkan biodiosel. Lalu kedua, inovasi teknologi absorbsi gas CO2 untuk mengurangi deaktivasi katalis.

Selain itu, banyak publikasi dan jurnal penelitiannya dikutip berbagai cendekiawan baik nasional maupun internasional. Suprapto mengaku, torehan ini cukup berarti baginya. Sebab, selain sukses di dunia akademis, dia juga sukses memimpin LL Dikti Jawa Timur.

"Alhamdulilah atas apresiasi ini. Banyak yang menilai saya sukses akademiknya, sukses sebagai pemimpin banyak karya jurnal internasional," ungkap Suprapto usai meraih penghargaan.

"Mudah-mudahan penghargaan ini bisa berguna dan memacu tidak hanya diri saya sendiri, namun juga dosen-dosen lain yang tidak sibuk bisa lebih dari saya dalam berkarya dan melakukan inovasi untuk kebaikan banyak orang," sambungnya.

Pria kelahiran Situbondo, 24 Juni 1960 ini mengungkapkan, selain sukses di akademik dengan banyak menulis jurnal internasional, dia juga memiliki tugas menjadi pembina 26 PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di Jawa Timur.

"Secara kelembagaan karena saya membina PTS, saya ingin PTS-PTS itu maju. Tantangannya adalah SDM. Terkadang juga ada konflik di antara mereka," urai dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

"Pesan saya kepada teman-teman yang ada di PTS bahwa meneliti itu tidak susah justru asyik dan kalau sudah asyik sudah enggak bisa direm. Demikian juga hasilnya dijurnalkan enggak susah, itu yang saya lakukan. Kepada mereka menulis jurnal enggak susah, ini saya kira akan memacu mereka dan akan dicontoh memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan terutama perguruan tinggi Tanah Air," harapnya.

Sementara itu, dalam ajang tersebut, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti menyatakan bahwa malam penganugerahan Academic Leader 2019 menjadi momentum istimewa. Sebab, hari pelaksanaannya bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

"Semoga yang kita kerjakan selalu sejalan dengan sila-sila yang ada di Pancasila," ujarnya.

Dia menyebut, banyak pihak memprediksi Indonesia akan menjadi negara paling hebat di bidang ekonomi dalam beberapa tahun mendatang. Namun, menurutnya, semua itu tergantung pada SDM yang dimiliki Indonesia.

"Produksi SDM paling menentukan perguruan tinggi. Karena itu peran penting Academic Leader, adalah seorang dosen yang memiliki tugas tambahan yaitu memimpin perguruan tinggi. Harus inspiring, excellent dan bisa membawa gerbong inovasi perbaikan," tandasnya.

Thomas Manggala
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak