alexametrics

Tak Ada Jaminan Wajah Baru Pimpinan Bisa Ubah Citra Parlemen

loading...
Tak Ada Jaminan Wajah Baru Pimpinan Bisa Ubah Citra Parlemen
Pekerjaan rumah menanti wajah baru Parlemen Indonesia, setelah dilantik sebagai Wakil Rakyat di Senayan dan juga sudah mendapatkan pemimpin baru. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pekerjaan rumah menanti wajah baru parlemen Indonesia setelah dilantik sebagai wakil rakyat di Senayan. Terlebih, lembaga di Senayan itu juga sudah mendapatkan pemimpin baru mereka kecuali MPR yang baru akan ditentukan hari ini.

"Tak ada jaminan apapun trio (di Senayan) akan mengubah citra dan meningkatkan kinerja parlemen," kata Analis Politik asal UIN Jakarta, Adi Prayitno saat dihubungi SINDOnews, Rabu (2/10/2019).

Menurut Adi, wajar masyarakat masih ragu atau bahkan tak mendapatkan jaminan secara pasti dari para wakil rakyat yang sudah meraih 'kursi empuk' di Senayan tersebut. Mengingat kata Adi, iklim dan sistem politik parlemen tak terlampau mendukung atas perbaikan kinerja Parlemen.



(Baca juga: Puan Ajak Anggota DPR Jaga Kepercayaan Rakyat dengan Kerja Keras)

Kata Direktur Parameter Politik Indonesia itu, sejauh ini belum ada reward and punishmet yang jelas terhadap wakil rakyat yang berprestasi dan tidak. Semua dinilai berjalan landai mengitari siklus ritual politik yang tak substansial.

"Potret parlemen sejauh ini lebih banyak mempertontonkan wajah antagonisme politik yang cenderung over dosis dan lebay, tapi lupa substansinya," tutur Adi.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 575 anggota MPR/DPR dan 136 anggota DPD telah dilantik menjadi Wakil Rakyat di Senayan. Malamnya, Parlemen langsung memilih para pimpinan mereka yang memutuskan politikus PDI Perjuangan, Puan Maharani sebagai Ketua DPR dan mantan Ketua Umum PSSI menjadi Ketua DPD. Sementara untuk Ketua MPR dari informasi yang dihimpun baru akan ditentukan hari ini.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak