alexametrics

Kualitas Kebebasan Berekspresi Saat Ini Dinilai Makin Menurun

loading...
Kualitas Kebebasan Berekspresi Saat Ini Dinilai Makin Menurun
Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia, Puri Kencana Putri menilai, kualitas kebebasan sipil, kebebasan berekspresi makin menurun. (Foto/Ilustrasi/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia, Puri Kencana Putri menilai, kualitas kebebasan sipil khususnya kebebasan berekspresi semakin menurun di Indonesia.
Indikasinya, penangkapan Aktivis sekaligus Sutradara Film Dokumenter Sexy Killers, Dandhy Dwi Laksono oleh Polda Metro Jaya.

Dhandy dituduh melakukan pelanggaran Undang-Undang (UU) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya untuk tuduhan penghasutan, penyebaran informasi untuk memperluas permusuhan.

Dhandy ditangkap Kamis 26 September pukul 23.00 WIB atas laporan Asep Sanusi bertanggal 24 September 2019.



"Ada kualitas kebebasan sipil khususnya kebebasan berekspresi yang menurun dan semakin menurun di Indonesia," ujar Puri Kencana Putri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/9/2019).

Amnesty International menilai, perintah penangkapan itu salah satu bentuk memburuknya kualitas kebebasan sipil akhir-akhir ini.

"Di mana kita mengetahui secara luas bahwa Dandhy memiliki opini kritis yang sehat terhadap kebijakan pemerintah, khususnya situasi hukum dan akuntabilitas nasional termasuk situasi Papua, yang masih dapat dikategorikan bagian dari kebebasan berekspresi yang harus dijamin karena tidak memperluas ruang ajakan kebencian," katanya.

Maka itu kata dia, pemerintah Indonesia dalam hal ini Polda Metro Jaya harus segera membebaskan Dandhy Laksono dari segala tuduhan.

"Menjamin pembaharuan hukum khususnya jaminan perlindungan kebebasan berekspresi yang memang kerap dipakai aktivis dan pembela ham untuk memperkuat ruang advokasinya," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak