alexametrics

BNPB Ungkap 328.724 Hektare Lahan Terbakar Akibat Karhutla

loading...
BNPB Ungkap 328.724 Hektare Lahan Terbakar Akibat Karhutla
BNPB mengungkapkan dari data yang dihimpun sejak Januari hingga 31 Agustus 2019 sebanyak 328.724 hektare lahan terbakar akibat Karhutla yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan dari data yang dihimpun sejak Januari hingga 31 Agustus 2019 sebanyak 328.724 hektare lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

"Lahan yang terbakar itu terbagi ke dalam dua jenis, yaitu 89.563 hektare merupakan lahan gambut, sementara 239.161 hektare adalah lahan mineral," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Agus mengunkapkan, enam provinsi yang terkena dampak Karhutla paling luas yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Riau menjadi provinsi yang paling terdampak cukup besar akibat Karhutla.



"Riau mencapai 49.266 hektare, Kalimantan Tengah seluas 44.769 hektare, Kalimantan Barat dengan luas area terbakar 25.900 hektare, Kalimantan Selatan seluas 19.490 hektare, Sumatera Selatan seluas 11.826, Jambi seluas 11.022 hektare," ungkapnya.

Agus pun memprediksi titik api masih bakal tersebar di enam provinsi tersebut. Sebab hinggga kini hujan masih belum akan datang turun kawasan tersebut.

"Kalau kita lihat hotspotnya kira-kira jam 10 pagi tadi itu di Kalimantan Tengah masih banyak dan Kalimantan Selatan juga, Kalimantan Barat masih ada, di Kalimantan Timur juga masih ada. Di Sumatera cukup banyak, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau juga," tuturnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak