alexametrics

Manfaatkan Teknologi, BPOM Perkuat Pengawasan dan Transparansi

loading...
Manfaatkan Teknologi, BPOM Perkuat Pengawasan dan Transparansi
Kepala BPOM, Penny K Lukito (tengah) saat berbicara dalam Forum Merdeka Barat 9 bertema Peningkatan Perlindungan Masyarakat Serta Daya Saing Obat dan Makanan di Jakarta (16/9/2019). Foto/SINDOnews/Binti Mufarida
A+ A-
JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memanfaatkan teknologi informasi untuk pengawasan obat dan makanan.

Dengan memanfaatkan teknologi, pengawasan ataupun registrasi obat dan makanan akan semakin terbuka dan transparan.

“Kami memperkuat untuk penggunaan teknologi informasi untuk registrasi obat dan makanan,” ungkap Kepala BPOM Penny K Lukito saat berbicara dalam dialog Forum Merdeka Barat bertema Peningkatan Perlindungan Masyarakat Serta Daya Saing Obat dan Makanan, di Jakarta (16/9/2019).



Penny mengatakan dengan begitu pengawasan ataupun registrasi obat dan makanan akan semakin terbuka dan transparan.

“Dengan begitu bahwa stigma masyarakat bahwa registrasi BPOM tertutup, mahal, akan terbuka. Kita menjamin transparansi. Termasuk juga kami melakukan digitalisasi pengawasan post market dengan mengajak semua mitra,” papar Penny.

Dia mengatakan, BPOM juga melakukan pemasangan QR Code di dalam produk obat dan makanan.

Dengan begitu, sambung dia, produk yang beredar di Indonesia terdeteksi kejelasannya. “Termasuk juga kita juga memasang QR Code di dalam produk yang sehingga produk bisa terdeteksi kejelasannya.”

Langkah itu dilakukan BPOM untuk menjawab tantangan di era teknologi yang semakin pesat. Sehingga pengawasan obat dan makanan bisa dilakukan dengan teknologi.

Menurut dia, hal itu juga akan menentukan dunia industri dunia obat dan makanan yang menjawab tantangan di era teknologi seperti sekarang ini.

"Untuk kami, ini adalah salah satu proses pengawasan terhadap obat dan makanan yang beredar. Dengan begitu kami juga bisa melakukan edukasi terhadap masyarakat. Mereka bisa hanya dengan men-download aplikasi, dan kita minta, kita ajak keterlibatan masyarakat untuk melakukan pengawasan obat dan makanan,” tutur Penny.

Penny juga mengatakan BPOM telah menjalin kemitraan dengan para blogger untuk membantu melakukan pengawasan.

“Sekarang mereka menjadi mitra dengan kami untuk melakukan pengawasan. Pemahaman mereka yang akan disebarkan akan membawa dampak sangat penting bagi edukasi masyarakat. Pemahaman masyarakat menjadi konsumen obat dan makanan akan sangat penting karena konsumen cerdas itu adalah sesuatu yang penting,” tutur Penny.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak