alexametrics

Kebakaran Hutan Sampai Akhir Oktober

Maskapai Batalkan Penerbangan di Wilayah Terdampak

loading...
Maskapai Batalkan Penerbangan di Wilayah Terdampak
Maskapai Batalkan Penerbangan di Wilayah Terdampak
A+ A-
JAKARTA - Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) memprediksi kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air akan berlangsung hingga akhir Oktober 2019. Plt Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo mengatakan, BMKG telah menyatakan bahwa musim kemarau di wilayah Riau masih akan terjadi sampai pertengahan Oktober 2019 sedang di wilayah lain bisa sampai akhir Oktober atau awal November 2019.

“Ini berarti kemungkinan kebakaran hutan dan lahan masih akan terjadi sampai akhir Oktober 2019,” tandas Agus dalam keterangan tertulis, kemarin. Agus mengungkapkan, kemarin terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Riau. Secara umum, Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis dengan jarak pandang mencapai 1 km ada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB masih berasap dengan jarak pandang 2.2 km.

Sedangkan beberapa titik api yang dipadamkan pada hari kemarin antara lain di Kerumutan Kabupaten Pelalawan dan akan dilanjutkan pemadaman pada hari ini. Kualitas udara berdasar pengukuran PM10 pada pukul 07.00 sampai 10.00 WIB berada pada kisaran 182 sd 201 ugram/m3 atau tidak sehat.



“Untuk antisipasi karhutla agar tidak tambah banyak dan tambah luas, maka pemerintah menyiagakan 3 pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan,” ungkapnya. Pesawat Cassa 212-200 dengan kapasitas 1 ton sudah beroperasi di Riau sejak 26 Februari 2019. Untuk memperkuat armada TMC, pemerintah menambah 1 pesawat CN 295 dengan kapasitas 2,4 ton yang sudah berada di Pekanbaru dan 1 Hercules dengan kapasitas 5 ton yang direncanakan datang di Pekanbaru pada hari ini.

Menurut Agus, operasi TMC sangat tergantung dengan keberadaan awan potensial hujan yang secara rutin diperkirakan oleh BMKG. Seluruh pesawat dalam kondisi siaga dan jika terdapat potensi awan maka segera terbang untuk menyemai awan agar menjadi hujan.

BMKG juga memperkirakan bahwa pertumbuhan awan berasal dari arah utama, sehingga saat ini sebagian wilayah Indonesia di sebelah utara seperti Aceh dan Sumatera Utara sudah mulai hujan. Kemarin pun terdapat potensi awan sedang di wilayah Riau dan tim masih menunggu sampai pertumbuhan awan potensial cukup banyak dan kemudian dilakukan operasi TMC.

Agus menerangkan, pesawat CN 295 merupakan pesawat terbang transpor militer taktis dengan 2 mesin turboprop dan diawaki oleh 2 personel. Pesawat ini bisa digunakan untuk mengangkut pasukan, evakuasi medis, atau angkutan barang.

“Untuk keperluan TMC CN 295 dikonfigurasi agar dapat mengangkut bahan semai dengan kapasitas 2,4 ton. Bagian perut pesawat dimodifikasi dengan dipasang rel untuk mengangkut 8 x 300 kg bahan semai yang dengan pipa untuk menabur bahan semai secara semi otomatis,” paparnya.

Saat pesawat terbang sampai di awan yang potensial hujan, maka petugas membuka kran dan garam akan keluar melalui pipa untuk menaburi awan dengan garam. “Bahan semai garam NaCl akan mengikat butiran-butiran air dalam awan, kemudian menggumpal menjadi berat dan akhirnya jatuh menjadi hujan,” paparnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengimbau kepada seluruh maskapai dan pihak terkait mengutamakan keselamatan bagi pengguna jasa transportasi udara akibat sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, direktorat yang dipimpinnya akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi melalui Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) wilayah Kalimantan dan Sumatera. Koordinasi juga dilakukan bersama operator bandara, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta pihak-pihak sehingga segera menindaklanjuti apabila sebaran asap menggangu operasional penerbangan.

“Kami meminta operator penerbangan terutama yang menutup pelayanan penerbangan ataupun terdampak delay akibat karhutla untuk sigap membantu mengomunikasikannya kepada para penumpang dan memberikan pelayanan sesuai aturan yang berlaku. Menutup layanan penerbangan demi keselamatan pengguna jasa transportasi udara,” ungkap Polana di Jakarta, kemarin.

Polana meminta pengguna jasa transportasi udara agar dapat memahami kondisi saat ini. “Kami meminta kepada pengguna jasa transportasi udara untuk bersabar, karena keselamatan merupakan prioritas utama,” tandasnya.

Sementara itu pekatnya kabut asap akibat karhutla melumpuhkan operasional penerbangan di Bandar Udara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur. Kepala Bandar Udara Kalimarau Bambang Hartato mengatakan, setelah mendapatkan Note To Air Man (Notam) yang dikeluarkan AirNav Indonesia Nomor C8334/19 dengan isi perubahan jarak pandang bandar udara, layanan penerbangan ditutup.

“Sampai hari ini, visibility (jarak pandang) 500 meter, sementara standar instrument aproach procedure (instrumen pendaratan) itu minimal, jarak pandangnya 3.500 meter,” kata Bambang. Awalnya, sejumlah maskapai menunggu kondisi cuaca membaik. Beberapa penerbangan seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Express Air mengalami delay.

“Kami sampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa transportasi udara, kami harap masyarakat bisa memaklumi kondisi ini,” harapnya. Kondisi saat ini, beberapa bandara operasional yang di tutup antara lain bandara Kalimarau Berau, bandara Juwata Tarakan, bandara APT Pranoto Samarinda, dan bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Dampak kabut asap mengakibatkan jarak pandang penerbangan yang terbatas. Maskapai Nasional Garuda Indonesia kemarin membatalkan sedikitnya 12 penerbangan di sejumlah sektor penerbangan domestik. Pembatalan penerbangan tersebut sejalan dengan komitmen maskapai untuk senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengungkapkan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan khususnya dengan jarak pandang penerbangan yang terbatas yang berisiko terhadap keberlangsungan operasional penerbangan.

Untuk memastikan kesiapan dan keselamatan operasional penerbangan, sejumlah penerbangan Garuda Indonesia turut mengalami keterlambatan maupun pengalihan penerbangan. “Berbagai antisipasi tersebut turut berdampak terhadap sejumlah rotasi penerbangan, untuk itu kami mengimbau penumpang untuk melakukan pengecekan secara berkala jadwal penerbangan mereka,” ujarnya.

Garuda Indonesia, lanjutnya, terus mempersiapkan upaya mitigasi untuk penerbangan yang terdampak. “Sehubungan dengan hal tersebut, kami juga telah mempersiapkan upaya mitigasi untuk penanganan penerbangan yang terdampak termasuk penanganan penumpang,” tandasnya.

Selain membatalkan 12 penerbangan, Garuda Indonesia juga melakukan pengalihan penerbangan untuk penerbangan GA 550 Rute Jakarta-Palangkaraya menjadi Jakarta-Balikpapan yang kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta. Selain itu, penumpang juga diberikan pilihan untuk melakukan reroute atau melakukan refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Maskapai Lion Air Group juga melakukan upaya yang sama. Corporate Communination Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya menyatakan dampak asap mengakibatkan keterlambatan keberangkatan dan kedatangan (delay), kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB), pengalihan pendaratan (divert), serta melakukan pembatalan penerbangan (cancel) di beberapa jaringan doemstik yang dilayani.

“Keputusan tersebut disebabkan akibat cuaca buruk berupa fog/smoke (kabut asap) yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek (visibility below minimum) dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat,” ujarnya.

Dampak yang timbul berpotensi mengakibatkan terganggunya pada rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya. “Lion Air Group menegaskan, bahwa berdasarkan situasi yang terjadi seluruh operasional dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP),” tandasnya. Danang menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi bersama pihak terkait guna memperoleh perkembangan atau keterangan sesuai situasi terbaru.

“Operasional Lion Air Group akan berjalan normal kembali setelah jarak pandang dinyatakan aman untuk penerbangan (safe for flight). Lion Air Group akan meminimalisasi dampak yang timbul agar operasional lainnya tidak terganggu,” paparnya. Akibat dampak asap, Lion Air Group membatalkan sebanyak 81 penerbangan di Wilayah Kalimantan.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak