alexametrics

Laporan Langsung SINDOnews dari Arab Saudi

Layanan Eyab Bandara Madinah bagi Jamaah Haji Indonesia Berakhir

loading...
Layanan Eyab Bandara Madinah bagi Jamaah Haji Indonesia Berakhir
Jamaah haji kloter 85 Embarkasi Surabaya (SUB) menjadi yang terakhir menikmati layanan Eyab di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah, Sabtu (14/9/2019). Foto/Ist
A+ A-
MADINAH - Layanan pemulangan jamaah haji melalui program Eyab di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah berakhir, Sabtu (14/9/2019). Kelompok terbang (kloter) 85 Embarkasi Surabaya (SUB) menjadi yang terakhir mendapatkan fasilitas khusus dari Kerajaan Arab Saudi tersebut.

Kloter 85 SUB telah diterbangkan menuju Tanah Air pada pukul 17.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Rombongan ini diangkut dengan menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV5002.

"Alhamdulillah lancar (pemulangan melalui Eyab). Jamaah sangat menyambut baik program ini. Mereka berharap program seperti ini bisa berlanjut ke tahun-tahun berikutnya," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Arsyad Hidayat.



Total ada 28 kloter mendapatkan fasilitas Eyab di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah yang digelar mulai 4-14 September 2019. Masing-masing kloter 61, 64, 67, 68, 72, 75, 77, 79, 81, 83, 84, 86 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS); 47, 51, 58, 65 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG); dan 55, 57, 59, 70, 73, 75, 77, 79, 80, 81, 84, 85 Embarkasi SUB.

Menurut Arsyad, proses pemulangan jamaah haji dari Arab Saudi ke Indonesia selama ini berjalan dengan baik. Menurutnya, kelancaran pemulangan ini tak lepas dari komitmen jamaah haji terhadap aturan yang berlaku dalam penerbangan. Mereka tidak membawa barang-barang yang dilarang oleh pihak maskapai.

"Walau pun kita masih melihat sebagian jamaah haji coba-coba bawa barang lebih dari ketentuan, tapi akhirnya terkena sweeping saat berada di bandara. Sebenarnya mereka tahu aturannya, mereka hanya coba-coba, ya akhirnya betul (barang) ditinggal tidak dibawa ke Tanah Air," katanya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak