alexametrics

Demokrat Lepas 1.878 Kadernya yang Lolos Jadi Anggota DPRD

loading...
Demokrat Lepas 1.878 Kadernya yang Lolos Jadi Anggota DPRD
Pelepasan kader Partai Demokrat yang menjadi anggota DPRD di kabupaten/kota dan provinsi. Pelepasan digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41 Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019). Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A+ A-
JAKARTA - DPP Partai Demokrat menggelar acara inagurasi pelepasan kader-kader Partai Demokrat yang akan menjadi anggota DPRD di kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan makna inagurasi, yakni melepas para kader-kader Partai Demokrat yang telah lima tahun bekerja di partai dan telah berhasil menjadi anggota legislatif.

"Karena itu sebelum memulai tugas-tugasnya di masing-masing DPRD kabupaten/kota dan provinsi, kami membekalinya dengan menginagurasinya. Mereka harus membawa suami dan atau istrinya agar mereka mengerti di mana partainya," ujar Hinca di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41 Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).



Hinca mengungkapkan ada 1.878 kader yang mengikuti inagurasi ini. Karena jumlahnya cukup banyak, inagurasi dibagi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada hari ini Senin (9/9/2019) dan gelombang kedua pada Rabu 11 September 2019.

"1.878 (anggota legislatif) itu yang kami punya kabupaten/kota dan provinsi dan DPR itu kita gabungkan. Tetapi yang DPR besok kami bikin acaranya, terpisah 54 itu nanti langsung dengan ketua umum. Sedangkan di sini para wakil ketua umum sekjen dan kami semua," tuturnya.

Inagurasi ini, kata Hinca, dilakukan untuk menyambut hari jadi Partai Demokrat yang ke-18. Tak hanya itu, nanti sore juga dilangsungkan pengajian memperingati 100 hari kepergian Almarhumah Ani Yudhoyono dan malamnya ada sang ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono bakal memberikan pidato kontemplasi.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak