alexametrics

Akses Internet Papua Dibuka, MPR Berharap Bisa Luruskan Hoaks

loading...
Akses Internet Papua Dibuka, MPR Berharap Bisa Luruskan Hoaks
MPR menilai positif, terkait langkah pemerintah yang telah membuka akses internet di Papua dan Papua Barat secara bertahap sejak 5 September kemarin. (Foto/Ilustrasi/SINDOphoto)
A+ A-
JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menilai positif, langkah pemerintah yang telah membuka akses internet di Papua dan Papua Barat secara bertahap sejak 5 September kemarin.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) berharap, hoaks yang menyebar bisa diluruskan serta mengimbau masyarakat Papua menggunakan internet secara positif dan bijak.

"Ya yang kita dengar dari pernyataan Pak Menteri akan mulai dicabut secara bertahap. Secara prinsip memang kalau saya sih berpendapat sebaiknya sejak dari awal tidak dilakukan pemblokiran itu," kata HNW di Jakarta, Minggu (8/9/2019).



"Karena sekali lagi, kalau ada pemblokiran, warga masih mencari informasi, mungkin informasinya malah semakin tidak terdeteksi dan malah akan menghadirkan kerawanan keamanan. Tapi sudahlah, sekarang sudah diputuskan untuk tidak diblokir lagi, saya kira itu yang terbaik," sambungnya.

(Baca juga: Situasi Kondusif, Kominfo Sudah Buka Blokir Layanan Data di Nabire dan Dogiyai)

Menurut Hidayat, pembukaan akses internet di Papua ini bisa digunakan secara maksimal oleh warga. Dia juga mengingatkan agar pembukaan akses internet ini bukan untuk menyebar hoaks, fitnah apalagi untuk memgadu doma sesama warga bangsa.

"Tetapi betul-betul untuk memastikan informasi, mendapatkan informasi yang benar," tegasnya.

Selain itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap, agar penghidupan kembali akses internet ini bisa menyelesaikan masalah yang ada dan menjaga keutuhan NKRI.

Khususnya, dalam meluruskan disinformasi yang berasal dari orang-orang yang hendak mengadu domba sesama anak bangsa dan mendukung separatisme. "Saya kira itu bagian dari hal yang penting untuk disadari dan dilakukan secara bersama oleh seluruh warga ketika, kemudian pemerintah tidak lagi memblokir informasi," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak