alexametrics

Laporan Langsung SINDOnews dari Arab Saudi

Melihat Pengorbanan Sahabat Nabi dari Museum As Haabee

loading...
Melihat Pengorbanan Sahabat Nabi dari Museum As Haabee
Menag sekaligus Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin bersama rombongan mendengarkan penjelasan pemandu di Museum Sahabat Nabi (As Haabee Exhibition) di Kota Mekkah. Foto/MCH/Bahauddin Raja Baso
A+ A-
MEKKAH - Usai menjalani rangkaian prosesi ibadah haji, jamaah yang masih berada di Kota Mekkah bisa meluangkan waktu mengunjungi tempat-tempat menarik. Tidak hanya menyegarkan pikiran tapi juga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah Islam.

Salah satu tempat yang patut dikunjungi adalah As Habee Exhibition atau lebih mudah disebut Museum Sahabat Nabi. Lokasinya tak jauh dari Masjidilharam, tepatnya di samping Hotel Hilton Suite yang berada di sisi timur Baitullah. Hanya butuh waktu sekitar 9 menit berjalan kaki dari Masjidilharam ke museum.

As Habee Exhibition yang dibuka sekitar sebulan lalu itu menyajikan sekilas perjalanan Nabi Muhammad SAW dan para sabahabatnya, baik di Mekkah maupun di Madinah. Kisah perjalanan itu terbagi dalam 10 ruang/stan yang disajikan secara berurutan dari awal hingga akhir dalam bentuk video, cuplikan video, keterangan tulisan, gambar-gambar, dan foto.



Saat pertama masuk, para pengunjung akan langsung disambut dengan beberapa kaligrafi hadis nabi berisi tentang para sahabat yang dipajang di ruangan pertama. Berlanjut ke ruangan kedua, jamaah disajikan kisah tentang pengorbanan para sahabat awal yang mempercayai kenabian Muhammad SAW. Di ruangan ini diputar film pendek tentang kenabian baginda Muhammad dan orang-orang yang bersamanya.

Perjalanan hijrah nabi dan para sahabat ke Madinah tersaji di ruang ketiga. Kemudian di ruangan empat menceritakan tentang Madinah dan sambutan hangat kaum Anshor kepada kaum Muhajirin. Berlanjut ke ruangan lima, ada pemutaran film tentang peperangan kaum muslim dan kafir dan para sahabat yang mati syahid dalam perjuangan.

Kehidupan damai di Madinah terdapat di ruangan enam. Di dinding ruangan tertempel gambar kebun-kebun kurma yang subur. Di ruangan ini tertulis keterangan tentang instruksi Nabi Muhammad SAW kepada warga untuk membersihkan rumah. Kemudian ruangan tujuh mengisahkan tentang wafatnya Nabi Muhammad SAW dan cerita para sahabat merespons perpisahan mereka dengan Rasulullah.

Ruangan delapan menyajikan kisah perkembangan Islam pascawafatnya nabi. Lalu ruangan sembilan mengisahkan perluasan teritorial Islam melalui peperangan serta sejarah para perawi hadis. Adapun ruangan terakhir adalah toko suvenir khas Arab Saudi, seperti sajadah, tasbeh, parfum, hiasan kaligrafi, dan banyak lainnya.

Pemandu Museum Sahabat Nabi, Muhammad Yusuf Hamdani (25) menuturkan, meski baru dibuka sebulan tapi jumlah jamaah haji yang berkunjung cukup banyak. Dalam sehari jumlahnya bisa mencapai 1.000-2.000 orang. Setiap pengunjung dikenai tarif 15 riyal. Namun jika datang berombongan lebih dari 50 orang, harga tiket didiskon menjadi 10 riyal per orang.

"Untuk museum ini ada promo gratis bagi jamaah haji Indonesia dan Malaysia," kata Hamdani mahasiswa Universitas Ummul Quro Mekkah asal Indonesia ini.

Museum Sahabat Nabi dibuka setelah salat subuh hingga pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dan buka lagi setelah salat asar hingga 22.30 WAS. Rencananya museum milik PT Samaya ini akan dibuka sepanjang tahun.

Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin sempat mengunjungi As Haabee Exhibition beberapa waktu lalu. Menurutnya, museum ini sangat bermanfaat bagi umat Muslim karena akan menambah wawasan tentang riwayat para sahabat Nabi yang memberikan banyak teladan bagi umat Islam.

"Ada satu masukan dari saya, sambil mempertahankan yang ada, ke depan bisa dikembangkan bagaimana kisah Rasul dan para sahabat itu lebih dikedepankan sisi-sisi kemanusiannya. Sebab, dalam riwayat Rasul lebih banyak menebarkan kasih sayang dibandingkan dengan peperangan," katanya.

Riwayat tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW menyikapi atau menyantuni sesama umat manusia, kata Menag, juga hal yang tidak kalah pentingnya untuk disyiarkan. Sehingga umat Islam lebih mengenal Rasulnya dan meneladani para sahabat-sahabatnya dari sisi kemanusiaannya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak