alexametrics

Menteri PPN: Ibu Kota Baru Harus Berkonsep Smart City

loading...
Menteri PPN: Ibu Kota Baru Harus Berkonsep Smart City
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojosumanteri berfoto bersama seusai diskusi terbuka Perencanaan dan Pembangunan Ibu Kota Negara Berbasis Smart City di Fakultas Tehik Universitas Indonesia (FTUI), Kamis (22/8/2019). Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengatakan untuk memindahkan ibu kota harus menerapkan konsep smart city atau kota cerdas.
Penerapan smart city, kata dia, sebagai kota berkelanjutan dan kota yang semakin nyaman untuk dihuni oleh penduduknya.
Smart city
adalah kota cerdas dalam segala aspek sehingga menjadi sebuah wilayah yang berkelanjutan dan nyaman menjadi tempat tinggal bagi masyarakat.

“Aspeknya mencakup smart mobility, safety and security, ada keterlibatan penduduk kota dalam pengambilan keputusan, smart energy di sini nanti menjadi bagian tugas rekan-rekan elektro untuk memperkuat transmisi. Ibu Kota yang baru dibangun dari nol, untuk struktur awal sudah melakukan pendekatan sistem smart city ini. Baik air, sampah transportasi, dan gedung-gedung didesain konsep berkelanjutan,” tutur Bambang saat diskusi terbuka Perencanaan dan Pembangunan Ibu Kota Negara Berbasis Smart City di Fakultas Tehik Universitas Indonesia (FTUI), Kamis (22/8/2019).

Dia menjelaskan, salah satu pendukung lainnya yang akan diterapkan di dalam ibu kota baru akan menggunakan smart berbasis teknologi. Ini dibutuhkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan para aparatur negara di daerah tersebut.



“Pertama orientasinya memenuhi kebutuhan dan layanan dasar warga kota. Dari misalkan air bersih, sanitasi, air limbah, kemudian juga jaringan listrik, kemudian layanan adminitrasi apakah untuk KTP,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, juga untuk keperluan adminitrasi lainnya mengurus izin sampai kepada kebutuhan terkait dengan penanggulangan bencana, ketertiban lalu lintas atau menurunkan tingkat krimininalitas.

Menurut dia, semua hal dasar itu harus menjadi isu yang diatasi dengan pendekatan smart berbasis teknologi. “Harus dibuat dari awal, karena itu membangun kota baru. Tapi semua kota baru lainya diarahkan ke smart city,” paparnya.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Honeywell Indonesia, Roy Kosasih mengatakan, teknologi smart city dapat membantu menciptakan ibu kota baru yang bersahaja dan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Dengan demikian, kata Roy, tercipta ekosistim yang produktif. Dengan demikian nantinya bukan saja menjadi kebanggaan nasional namun juga menjadi kota yang patut dicontoh di ASEAN.

“Honeywell membantu beberapa kota pintar yang memiliki pertumbuhan pesat dengan teknologi Internet of Things (IoT). IoT digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan seperti meningkatkan keamanan, manajemen lalu lintas, dan pemantauan kerumunan hingga keselamatan pejalan kaki," katanya.

Adapun kota-kota tersebut, yakni Ibu Kota Administratif Kairo Baru di Mesir, lota dan negara bagian India seperti Bhubaneshwar, Aurangadbad, Madhya Pradesh, Ujjain, Rajkot, Faridabad, dan Ranchi, dan kemitraan dengan smart world untuk mendukung pemerintah Uni Emirat Arab dalam pengembangan kota yang lebih cerdas.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak