alexametrics

Lebih Lama dari Indonesia, Antrean Haji Malaysia hingga 121 Tahun

loading...
Lebih Lama dari Indonesia, Antrean Haji Malaysia hingga 121 Tahun
Ketua Rombongan Tabung Haji Malaysia Dato' Sri Syed Saleh Bin Syed Abdul Rahmad. Foto/MCH
A+ A-
MEKKAH - Masa tunggu naik haji di Indonesia yang mencapai puluhan tahun ternyata belum ada apa-apanya dengan Malaysia. Antrean haji di Negeri Jiran itu hingga 121 tahun.

Hal ini diungkapkan Ketua Rombongan Tabung Haji Malaysia Dato' Sri Syed Saleh Bin Syed Abdul Rahmad saat menerima kunjungan Misi Haji Indonesia di Mekkah, Selasa 20 Agustus 2019 malam. Menurutnya, saat ini jumlah pendaftar melalui Tabung Haji Malaysia sebanyak 2,5 juta orang. Sementara kuota haji yang diberikan Arab Saudi hanya 30.000 orang per tahun.

"Kadang kita dimarah juga (sama calon jamaah) setelah tahun 121 tahun (antrean). Nanti yang bertanggung jawab di akhirat siapa?" katanya. (Baca juga: Ini Perbandingan Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia dan Malaysia)



Alur pendaftaran haji di Malaysia adalah membuka akun dan mendaftar ke Tabung Haji dengan menyerahkan uang 1.300 ringgit. Setelah itu, pendaftar akan langsung tahu kapan berangkat ke Tanah Suci. Total biaya naik haji dari Malaysia sebanyak 9.980 ringgit atau USD2.400.

Lantaran masa tunggu mencapai ratusan tahun, Malaysia mengubah aturan bagi yang telah berhaji. Jika sebelumnya mereka boleh kembali mendaftar setelah lima tahun, kini negara sama sekali melarang.

"Untuk jamaah haji Malaysia yang berangkat tahun ini, adalah mereka sudah mendaftar 12 tahun sebelumnya, yakni pada periode tahun 2007-2008. Setelah periode itu, pendaftaran haji melonjak hingga masa antreannya mencapai 121 tahun," katanya.
(kri,mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak