alexametrics

Seleksi CPNS 2019 Kemungkinan Setelah Pelantikan Presiden

loading...
Seleksi CPNS 2019 Kemungkinan Setelah Pelantikan Presiden
Kepala BKN, Bima Haria Wibisana mengatakan waktu pembukaan seleksi CPNS tahun 2019 kemungkinan akan dimulai setelah pelantikan presiden akhir Oktober mendatang. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Sampai saat ini pemerintah masih belum menetapkan waktu pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Meski begitu ada kemungkinan seleksi akan dimulai setelah pelantikan presiden akhir Oktober mendatang.

“Oktober kan baru pelantikan presiden. Jadi kemarin Menpan sendiri bilang setelah pelantikan presiden. Oktober (pembukaan seleksi) itu iya kalau menterinya masih sepakat dengan tanggal itu. Kalau ada pemikiran lain kan berubah lagi,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Namun begitu Bima menilai hal ini perlu dirapatkan bersama presiden. Hal ini karena jelang pemerintahan baru.



“Ini yang mungkin perlu rapat terbatas kabinet. Pak Menpan akan minta waktu presiden untuk ratas, untuk go-nya. Karena ini kan pemerintahan baru,” jelasnya.

Meskipun dilaksanakan setelah pelantikan, Bima memastikan persiapan seleksi terus dilaksanakan. “Iya (setelah pelantikan), tapi persiapan sudah mulai dari sekarang. Kemarin sudah intensif kita. Artinya infrastrukturnya sudah kita persiapkan,” tuturnya.

Terkait dengan formasi, Bima menuturkan bahwa daerah sudah mengusulkan kebutuhannya. Pasalnya, hal ini merupakan kegiatan tahunan sehingga instansi dapat menuntaskannya.

Menanggapi adanya kemungkinan melewati tahun anggaran jika seleksi dilakukan akhir Oktober, Bima menilai tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

“Mudah-mudahan enggak (melewati tahun anggaran). Kalaupun lewat ya enggak masalah. Kayak Papua seleksi tahun ini dengan anggaran 2018,” pungkasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak