alexametrics

Jaksa Eka Safitra Yang Ditangkap KPK Ngontrak Rumah di Solo

loading...
Jaksa Eka Safitra Yang Ditangkap KPK Ngontrak Rumah di Solo
Rumah kontrakan Jaksa Eka Safitra di Kampung Petoran, Kelurahan/Kecamatan Jebres, Solo. Foto/SINDOnews/Ary Wahyu wibowo
A+ A-
JAKARTA - Jaksa Eka Safitra yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek drainase di Yogyakarta ternyata mengontrak rumah di Kota Solo, Jawa Tengah.

Rumah itu kabarnya juga menjadi lokasi dugaan transaksi suap oleh Gabriella Joan Ana Kusuma, kontraktor asal Solo yang turut ditetapkan sebagai tersangka.

Rumah kontrakan Eka Safitra yang menjadi jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta terletak di Kampung Petoran, Kelurahan dan Kecamatan Jebres, Solo. Eka baru beberapa bulan tinggal di rumah tersebut.



“Baru mengontrak Januari lalu,” kata Ketua RT setempat, Wakidi, Rabu (21/8/2019). (Baca juga: KPK Tetapkan Dua Jaksa Terkait Proyek Lelang di Yogyakarta)

Ketika mulai menempati, Eka melapor kepadanya dan memperkenalkan diri sebagai jaksa. Hanya saja, dirinya tidak mengetahui tempat tugas jaksa tersebut.

Selain jarang bertemu, Eka maupun istrinya tidak pernah mengikuti kegiatan di lingkungan setempat. Di sisi lain, Eka juga tidak setiap hari tinggal di rumah tersebut. Ketika di rumah, mobilnya terparkir di tepi jalan. Mobil yang sering digunakan jenis Pajero warna putih.

Sebelumnya, KPK telah menahan dua tersangka kasus dugaan suap proyek rehabilitasi saluran air di Yogyakarta. Kedua tersangka adalah jaksa di Kejari Yogyakarta, Eka Safitra, serta Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Joan Ana Kusuma.Seorang jaksa di Kejari Solo, Satriawan Sulaksono juga menjadi tersangka dalam kasus yang sama.
Pada bagian lain, ayah Gabriella Joan Ana Kusuma, Waseso mengaku, anaknya mengirim uang melalui orang suruhan ke rumah itu. Usai transaksi, Eka sempat menumpang mobil orang suruhan Ana untuk pergi ke minimarket.Kemudian terjadi penangkapan yang dilakukan oleh KPK. Selanjutnya, petugas KPK mencari Ana di kantornya di Perumahan Fajar Indah, Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.Waseso menyebut anak perempuannya tidak melakukan penyuapan. “Dia dimintai uang,” ujarnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak