alexametrics

Kekurangan Anjing Pelacak, BNN Gandeng Australian Border Force

loading...
Kekurangan Anjing Pelacak, BNN Gandeng Australian Border Force
Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko bersama Wakil Duta Besar Australia Allaster Cox dan perwakilan Australia Border Force (ABF) di BNN Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Selasa (20/8/2019). Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko menegaskan kerja sama dengan Australia Border Force (ABF) penting khususnya terkait dengan pelatihan sekaligus breeding (pembenihan dan peternakan) anjing pelacak yang ada di unit K9.

"Dari Australia menghibahkan tempat pelatihan anjing yang berada di belakang Gedung BNN Lido, Bogor. Serta dilengkapi pelatih dari ABF dan pegawai baru sebanyak 70 orang yang berperan sebagai pawang anjing pelacak di unit K9," ujar Heru Winarko di BNN Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Selasa (20/8/2019).

Harapan Pemerintah Indonesia terkait kerja sama dengan Australia, menurutnya di BNN Bogor ini dapat dijadikan pusat pelatihan dan peternakan anjing pelacak yang mengungkap kasus narkoba.

"Sehingga kita mampu mandiri dalam menghadirkan anjing pelacak tanpa harus impor. Bahkan ada pelatihan-pelatihan dari ABF dan kita juga mengirim Sumber Daya Manusia (SDM)-nya ke sana untuk pelatihan, memang agak susah untuk membreeding dan mentraining anjing pelacak ini, tapi kita yakin bisa," jelasnya.

Dia menjelaskan berternak anjing pelacak itu tak mudah, sebab sejak lahir anjing pelacak tersebut harus benar-benar memiliki kemampuan melacak, khususnya menyangkut narkoba ini.

"Kita akui agak susah karena sejak lahir harus dilatih. Tapi kita yakin bisa. Hingga saat ini BNN sudah memiliki 50 ekor anjing pelacak yang berasal dari luar negeri, dan kita sekarang berusaha untuk pengadaan sendiri," katanya.

Maka dari itu, lanjut dia, penting kerja sama ini dalam pengadaan anjing pelacak yang hingga saat ini Indonesia dengan memiliki wilayah luas, dibutuhkan anjing pelacak cukup banyak.

"Negara kita besar, maka idealnya kita membutuhkan banyak anjing pelacak. Kalau bisa setiap provinsi, perbatasan dan airport ada anjing untuk deteksi ini (narkoba)," katanya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia Allaster Cox yang menghadiri kerja sama breeding anjing pelacak antinarkoba beserta rombongan ABF mengaku senang bisa bekerja sama dengan Indonesia karena ini menyangkut keamanan perbatasan.

"Sekarang kita mengajak satu orang tenaga pendidik anjing pelacak untuk mengajar staf pengajar (pawang) anjing pelacak yang ada di Indonesia. Ini sangat penting karena untuk melindungi Australia dengan Indonesia dan negara tetangga lainnya dari bahaya narkoba," ujarnya.

Sebab, kata dia, unit K9 di BNN ini merupakan salah satu alat yang sangat penting untuk mendeteksi narkoba. "Walaupun ini anjing, tapi hidungnya sangat canggih, dan mereka bisa mendeteksi narkoba dengan latihan yang baik dari Melbourne, Australian Border Force, kami saling bertukar pikiran, ilmu dan keterampilan karena BNN juga memiliki banyak keterampilan yang penting bagi kami," katanya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak