alexametrics

Police Movie Festival Rekam Jejak Polisi Humanis dan Dekat Masyarakat

loading...
Police Movie Festival Rekam Jejak Polisi Humanis dan Dekat Masyarakat
Divisi Humas Polri kembali menggelar PMF yang keenam dengan tema Together We Are Strong. Program film pendek dan animasi ini kembali digelar mendekatkan lagi polisi di hati masyarakat. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Divisi Humas Polri kembali menggelar Police Movie Festival (PMF) yang keenam dengan tema Together We Are Strong. Program film pendek dan animasi ini kembali digelar untuk mendekatkan polisi di hati masyarakat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, program PMF sejauh ini memberikan dampak positif kepada masyarakat tentang citra kepolisian. Dengan program itu, masyarakat bisa melihat secara utuh kehidupan polisi yang tak muncul di permukaan.

"Kami ingin dapat rasa cinta. Kami ingin kepercayaan masyarakat terhadap polisi terus meningkat," kata Iqbal dalam konferensi pers PMF Ke-6 di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019).



Iqbal menyadari gambaran masyarakat tentang polisi yaitu orang yang menegakkan hukum dan menenteng senjata. Gambaran ini membuat polisi terlihat sangar di mata masyarakat. Dengan program ini, Iqbal berharap kesan sangar itu gugur sekaligus menciptakan gambaran humanis. Yang mana polisi bisa menjadi sahabat bagi masyarakat.

"Cinta masyarakat terhadap kepolisian jadi goal kami. Bagaimana kepolisian masa depan akan tampil semakin sipil, walaupun bapak dan ibu tahu, polisi dipersenjatai. Tapi, tujuan kami menggelar ini adalah bagaimana kepolisian mendapat restu menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis," ujarnya.

Menurut mantan Wakapolda Jawa Timur ini, program-program sebelumnya mampu menghasilkan citra positif terhadap polisi. Bahkan, Iqbal mendapat informasi banyak orang tua yang memimpikan mendapat menantu seorang polisi.

Masyarakat juga sadar saat tugas polisi sangat berat. "Mereka berempati kepada polisi. Mereka mencintai polisi, setidaknya berpikir mereka untuk tidak melanggar," kata mantan Kapolres Metro Jakarta Utara.

Ketua Panitia PMF AKP Hasby Ristama mengatakan, program ini juga membuat para sineas mengerti akan kerja kepolisian. Dengan memotret sendiri aktivitas kepolisian, sineas melihat secara jelas kehidupan anggota, lalu menyebarkannya ke komunitas mereka dan masyarakat.

"Kami juga membuka akses untuk merambah go international. Kami menganggap ini pasar yang bagus dan kami menggarap ke sana," katanya.

Peserta lomba PMF diberikan akses untuk merekam kehidupan polisi. Ia menegaskan polisi terbuka kepada para sineas untuk memilih konten dan pengambilan gambar. Baik kegiatan harian di kantor maupun di lapangan.

Dalam PMF ini, dewan juri yang dilibatkan adalah sutradara Monty Tiwa, animator sekaligus pendiri Hellomotion Wahyu Aditya, Chicco Jerikho serta Rio Dewanto sebagai aktor Indonesia. Prilly Latuconsina juga dilibatkan dalam dewan juri.

Ada dua kategori film yang diperlombakan. Film pendek dan animasi dengan batas waktu yang ditentukan. Untuk kategori film pendek, maksimal durasi 5-7 menit . Sedangkan film animasi 3 menit. Sineas yang ingin berpartisipasi bisa mendaftar lewat www.policemoviefestival.com, disusul dengan karya film sineas.

Batas waktu diberikan sampai 1 Oktober 2019. Setelah itu pengumuman 50 besar disampaikan pada 11 Oktober 2019. Pengumuman 30 besar pada 13 Oktober 2019 dan pengumuman sepuluh besar pada 20 Oktober 2019. Para Total hadiah Rp150 juta.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak