alexametrics

PKS Tak Ingin Kejar Posisi Pimpinan MPR

loading...
PKS Tak Ingin Kejar Posisi Pimpinan MPR
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara soal usulan penambahan pimpinan MPR dari lima menjadi 10 orang.

Bagi PKS, apa pun aturannya, PKS akan taat. Namun Undang-Undang Nomor 2/2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) masih mengatur lima pimpinan MPR.

“Secara prinsip, kami mengikuti aturan saja aturannya kayak apa, aturannya kan sampai hari ini yang ada baru pimpinan MPR akan dipilih berdasarkan paket. Paket seperti apa, belum final. Kami secara prinsip ikuti saja peraturan yang ada, aturan yang disepakati seperti apa, silakan. Kami tidak mengejar posisi itu. kami mempersilakan, silakan buat aturan, dan atas dasar aturan itu tetapkan lah siapa yang menjadi pimpinan MPR,” tutur Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2019).



Hidayat menjelaskan, sejarah MPR menunjukkan sudah beberapa kali terjadi perubahan bentuk kepemimpinan. Pada 1999, pimpinan MPR terdiri atas perwakilan seluruh fraksi di DPR. 2004, berubah menjadi pemilihan terbuka antara dua paket yang terdiri atas empat orang, yakni dua orang dari DPR dan dua orang dari DPD.

Pada tahun 2009, pemilihan pimpinan MPR dilakukan secara terbuka di Sidang Paripurna MPR. Lalu 2014, dipilih berdasarkan sistem paket dengan susunan 4 DPR dan 1 DPD. “Tahun 2019 tentunya paket. Nah paketnya seperti apa? Silakan MPR nanti memutuskan. PKS mengikuti aturan saja,” ujar Hidayat.

Soal revisi UU MD3, menurut Wakil Ketua MPR itu, revisi UU adalah bagian dari keputusan politik. Pada periode sekarang pun, dari lima pimpinan MPR bertambah menjadi delapan orang karena kesepakatan politik. PKS pada prinsipnya akan mengikuti aturan yang ada atau kesepakatan politik nantinya.

“Ada lima itu mungkin Pak Prabowo diterima oleh Ibu Megawati (Ketum PDIP), munculah paket baru. Sebelah sana Pak Surya Paloh (Ketum Nasdem) mengumpulkan kawan-kawannya menjadi satu paket. Nah itu dinamika-dinamika. Silakan saja dinamikanya diikuti, kami mengikuti peraturan saja. Kami memahami posisi PKS dan karenanya kami taat pada aturan, silakan buat aturan kami akan mentaati,” paparnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak