alexametrics

Calon Menteri dari PDIP Dinilai Ada di Tangan Megawati

loading...
Calon Menteri dari PDIP Dinilai Ada di Tangan Megawati
Seluruh pengurus dan kader PDI Perjuangan patuh terhadap garis kebijakan, bahwa persoalan calon menteri dari PDIP ada di Megawati Soekarnoputri. (Foto/Isra Triansyah/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Seluruh pengurus dan kader PDI Perjuangan patuh terhadap garis kebijakan bahwa persoalan calon menteri dari PDIP harus melewati dua pintu yakni, Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum (Ketum) PDIP dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemegang hak pretogatif.

"Mengenai menteri, sekali lagi saya tegaskan bagi keluarga besar PDIP dan kader PDIP, dia punya dua yang namanya instansi prerogatif. Prerogatif pertama, ketika akan diusulkan pada presiden dia harus melalui pintu hak prerogatif ketua umum PDIP," kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Basarah menjelaskan, setelah direkomendasikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai calon menteri kemudian, untuk diangkat menjadi menteri tentu harus melewati pintu Jokowi yang memegang hak prerogatif sebagai presiden terpilih. Jadi, dua pintu prerogatif ini harus dilalui.



"Oleh karena itu, mengenai siapa yang akan diusulkan PDIP menjadi calon menteri, sepenuhnya kewenangan prerogatif Ibu Megawati. Kami sebagai DPP hanya bisa memberikan informasi, masukan-masukan mengenai perkembangan dinamika di masyarakat," terangnya.

Namun demikian lanjut Basarah, mengenai siapa yang akan diusulkan itu menjadi wewenang Megawati. Tentu Ketum sudah mempunyai nama-nama yang dianggap layak dan berintegritas untuk membantu mensukseskan pemerintahan Jokowi. Jadi, dia tidak tahu siapa dan dari latar belakang apa yang diusulkan PDIP sebagai menteri.

"Itu sekali lagi, hak prerogatif Ibu Mega yang tidak dapat dilampaui pengurus partai yang lain karena wewenang prerogatif bersifat khusus hanya untuk ketua umum," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak