alexametrics

PDIP: Penumpang Gelap Prabowo-Sandi Lagi Cari Tumpangan Baru

loading...
PDIP: Penumpang Gelap Prabowo-Sandi Lagi Cari Tumpangan Baru
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mengetahui siapa penumpang gelap dalam barisan pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Namun, PDIP enggan membeberkan identitas penumpang gelap tersebut.

"Siapa penumpang gelap itu? Itu yang disebut setan botak itu. Itu siapa? Mari kita identifikasi bersama," ujar Politikus PDIP Hendrawan Supratikno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Dia mengatakan, parameter penumpang gelap itu sudah disebutkan banyak kalangan. Yakni, penumpang gelap itu senang mengambil posisi konfrontatif, menghujat, menggunakan isu SARA sebagai agenda kerja dan dagangan. "Mari kita identifikasi bersama sambil berjalan," kata anggota Komisi XI DPR RI ini.



Hendrawan pun mengatakan bahwa penumpang gelap itu sedang mencari tumpangan baru. "Sedang mencari kendaraan politik yang baru, lokomotif politik yang baru, kita harus waspada. Jangan diberi kesempatan lagi, sebab kalau diberi kesempatan lagi berarti fragmen politik kita semakin tajam, polarisasi semakin tajam," kata Legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah X ini.

Adapun isu penumpang gelap itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam acara rilis survei Cyrus Network di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu. Penumpang gelap dimaksud kerap menyudutkan Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.

Kemudian, Dasco mengklaim para penumpang gelap itu akhirnya gigit jari setelah Prabowo Subianto mengimbau para pendukung untuk tidak datang berunjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2019.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak