alexametrics

Rocky Gerung Nilai Oposisi Normal dalam Demokrasi

loading...
Rocky Gerung Nilai Oposisi Normal dalam Demokrasi
Pengamat Politik Rocky Gerung menilai oposisi hal yang biasa dalam demokrasi. Foto/SINDOnews/Rico Afrido Simanjuntak
A+ A-
JAKARTA - Pengamat Politik Rocky Gerung melihat seminggu belakangan ini orang disibukkan untuk menerangkan apa itu fungsi oposisi.

Hal tersebut dikatakan Rocky seusai acara diskusi Instruktur Nasional PAN bertajuk Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019 di Padepokan Pencak Silat, Jalan Raya TMII 1, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2019).

"Padahal (Oposisi, red) itu hal yang normal dalam demokrasi. Jadi seolah-olah orang takut untuk beroposisi, karena dianggap sebagai pecundang, dianggap sebagai orang kalah yang nyari gara-gara," ujar Rocky Gerung.



Rocky mengingatkan bahwa oposisi mulai bekerja ketika kekuasaan dimulai. "Itu hal yang biasa. Nah sekarang ada semacam kepanikan, kekuasaan itu tidak didukung sepenuhnya akan berbahaya," katanya.

Dia pun menerangkan demokrasi itu tidak memerlukan persatuan. "Demokrasi memerlukan kemampuan mengolah perbedaan. Kapan kita bersatu? Kalau ada musuh dari luar. Kalau dari dalam ngapain bersatu? Kan bersatu karena ada musuh dari luar. Kalau di dalam, kita demokrasi aja," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, biarkan semua perbedaan itu tumbuh. "Dan itu yang dikelola oleh pemerintah. Itu poinnya," katanya.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak