alexametrics

Dua Tokoh Pemuda Ethiopia Akan Hadiri IAID 2019 di Bali

loading...
Dua Tokoh Pemuda Ethiopia Akan Hadiri IAID 2019 di Bali
Dua tokoh pemuda Ethiopia yakni, CEO Youth 2 Youth Kalewongel Tesfaye dan CEO Safe Light Sileshi Umer, dua organisasi pemuda terkemuka di Ethiopia akan mengunjungi Indonesia. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Kalewongel Tesfaye, CEO Youth 2 Youth dan Sileshi Umer CEO Safe Light, dua organisasi pemuda terkemuka di Ethiopia sekaligus founder Ethiopia-Indonesia Youth Association (EIYA) yang dibentuk 11 Juni 2019 di KBRI Addis Ababa, akan menghadiri Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali, pada 20-21 Agustus 2019.

“Kehadiran tokoh yang juga wirausahawan muda Ethiopia itu di IAID diharapkan dapat meningkatkan hubungan dan kerja sama Indonesia dengan Ethiopia, khususnya di bidang ekonomi, sesuai dengan tujuan IAID. Sebagaimana diketahui, IAID merupakan tindak lanjut dari Indonesia-Africa Forum (IAF) yang diselenggarakan April 2018,” kata Al Busyra Basnur, Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika.

Menurut Basnur, setelah menghadiri IAID di Bali, pemuda Ethiopia itu akan terbang ke Jakarta dan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat pemerintah dan berbagai organisasi pemuda Indonesia.



“Dalam dua bulan ini dan ke depan, Indonesia menjadi tujuan kunjungan sejumlah tokoh pemuda Ethiopia untuk berbagai kegiatan. Misalnya, Markos Lemma, CEO IceAddis dan Yosef Sekretaris Jenderal IceAddis berada di Bandung dan Jakarta awal Juli 2019 untuk mengikuti kegiatan workshop,” katanya.

Di Bandung mereka juga berkunjung dan berdiskusi dengan pimpinan Museum Konferensi Asia Afrika. “Awal September mendatang, Liyuneh Tamirat, CEO Inspired Ethiopia Association yang juga artis dan seniman musik Ethiopia yang sebelumnya anak jalanan dan tukang semir sepatu di Kota Addis Ababa, juga akan ke Bali untuk menikmati bulan madu”, kata Basnur.

Sementara itu, Kalewongel mengatakan kesempatan menghadiri IAID di Bali akan membuka peluang yang lebih besar baginya untuk mempererat hubungan dan kerja sama Ethiopia-Indonesia, khususnya program kerja sama yang melibatkan pemuda.

Selain itu, dirinya juga akan bertemu dengan Duta Besar Ethiopia di Indonesia, Admasu yang juga mantan rektor Universitas Ababa dimana dirinya dulu belajar.

“Saya juga akan menyampaikan ceramah dan kuliah umum di Jakarta serta mengadakan pertemuan dengan founders asosiasi pemuda Indonesia-Ethiopia, Kevin, Fathie dan Briyan. Yang tidak kalah penting adalah, don’t die before visiting Bali,” tambah Kalewongel.

Sileshi menegaskan, kunjungannya ke Indonesia akan dimanfaatkan untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama bilateral, terutama dibidang social entrepreneurs, investasi, kepemudaan dan urban development.

“Saya sangat senang mempunyai kesempatan berkunjung ke Indonesia karena mendorong saya mengembangkan kerja sama Ethiopia dengan Indonesia”, kata Sileshi.

Dalam kesempatan yang sama, founder Indonesia-Ethiopia Youth Association (IEYA) yang juga pembicara pada 1st Ethiopia-Indonesia Young Entrepreneurs (1st EIYE) di Addis Ababa, Fathie Sampaguita mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan Kalewongen dan Sileshi di Jakarta untuk mendiskusikan berbagai rencana kegiatan asosiasi pemuda kedua negara ke depan.

Sedangkan founder IEYA dan pembicara pada 1st EIYE Kevin Alwino, mengatakan sejumlah kegiatan yang sedang dirancang dengan pemuda Ethiopia antara lain pertukaran pemuda Indonesia-Ethiopia, Youth World Peace Forum, kerja sama film dan musik, serta praktik kerja pemuda di perusahaan-perusahaan berbasis start-up.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak