alexametrics

Laporan Langsung SINDOnews dari Arab Saudi

Melihat Proses Pemakaman Jamaah Haji Indonesia di Tanah Suci

loading...
Melihat Proses Pemakaman Jamaah Haji Indonesia di Tanah Suci
Proses pemakaman jenazah (alm) Supardjo Rata Ilyas, jamaah haji asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di kompleks Cemetery Al Rahma Jeddah, Arab Saudi, Senin (22/7/2019) malam. Foto/SINDOnews/Abdul Malik Mubarok
A+ A-
ARAB SAUDI - Malam itu begitu hening. Tidak ada tangisan atau ratapan. Hanya doa yang mengiringi pemakaman jenazah (Alm) Supardjo Rata Ilyas, jamaah haji asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di Kompleks Cemetery Al Rahma Jeddah, Arab Saudi, Senin (22/7/2019) malam.

Supardjo adalah jamaah haji kloter 41 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) yang meninggal dunia di pesawat 2 jam sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Menurut keterangan tim kesehatan, ayah 6 anak tersebut menghembuskan napas terakhir karena sakit paru-paru.

Sebelum dimakamkan, jenazah Supardjo disalatkan di Masjid Ummu Abdurrahman yang berada persis di sebelah kompleks pemakaman Al Rahma. Puluhan jamaah salat isya, baik warga lokal maupun petugas haji Indonesia, ikut salat jenazah yang dipimpin oleh imam masjid. Mereka mendoakan agar almarhum diampuni dosanya, diberikan rahmat, sejahtera, dan dimaafkan segala kesalahannya.



Usai salat, pekerja pemakaman dan diikuti imam masjid langsung menyingkap tabir semacam gorden di pojok kanan depan ruangan salat. Pekerja lalu mengangkat jenazah Supardjo dan membawanya ke komplek pemakaman. Mereka berjalan cepat diikuti oleh puluhan orang menuju kuburan.

Kuburan di Kompleks Pemakaman Al Rahma Jeddah berbeda dengan di Indonesia. Tidak ada penggalian lubang kuburan. Makamnya seperti bunker atau ruang bawah tanah yang bisa dibuka bagian atasnya. Setelah sisi ujung bagian atas dibuka, pekerja pemakaman masuk ke dalam bunker menggunakan tangga besi setinggi 2-2,5 meter yang mereka bawa. Pekerja yang di bawah lalu menerima jenazah. Tak lebih dari 5 menit, para pekerja itu lalu naik keluar dari bunker.

Setelah itu, kuburan kembali ditutup dengan balok beton kemudian diuruk dengan pasir. Puluhan orang memakai baju gamis putih-putih yang mengikuti prosesi pemakaman lalu menghadap ke arah qiblat dan memanjatkan doa sambil menengadahkan tangan ke atas. Usai berdoa, mereka bubar keluar komplek pemakaman.

"Almarhum (Supardjo) dikuburkan di makam nomor 13 lorong 11," ujar Muhammad Syafii Hasyim, staf bagian penanganan haji dan umrah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) usai pemakaman, Senin (22/7/2019) malam.

Pria yang akrab disapa Syafii ini ikut masuk ke dalam bunker menuturkan, ruangan makam itu memiliki panjang 2 meter, lebar satu meter, dan tinggi antara 2-2,5 meter. Kanan-kirinya tembok, tapi bagian lantainya pasir. Jenazah diletakkan begitu saja di pinggir tembok.

"Nanti setelah enam bulan atau setahun, jenazah akan dilihat apakah sudah rusak atau belum. Jika diperlukan jasad akan digeser ke sisi tembok yang lain. Penggeseran ini juga harus ada surat izin dari pemerintah Arab Saudi," katanya.

Menurut Syafii, pada tahun ini Supardjo adalah jamaah haji yang pertama kali dimakamkan di kuburan Al Rahma. Pada tahun lalu ada 14 jamaah haji yang dikebumikan di tempat ini.

Istri Supardjo, Khalimah tidak ikut dalam pemakaman suaminya. Dia telah berada di Mekkah bersama rombongan jamaah haji kloter JKS 41. Sebelumnya, Khalimah mengungkapkan bahwa Supardjo memiliki riwayat sakit paru-paru. Saat di pesawat dia sempat mengalami sesak napas dan akhirnya meninggal dunia. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak