alexametrics

Jatah Kabinet, Karding: PKB Miliki Banyak Kader untuk Posisi Menteri Apapun

loading...
Jatah Kabinet, Karding: PKB Miliki Banyak Kader untuk Posisi Menteri Apapun
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag) sekaligus kader PPP, Lukman Hakim Saifuddin yang enggan lagi menjabat Menag dalam Kabinet Kerja jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menyebut bahwa PKB memiliki banyak kader untuk mengisi posisi menteri apapun, termasuk juga Menag.

“PKB adalah partai yang sudah cukup mapan dan memiliki kader yang banyak. Jadi, posisi di manapun (termasuk Menag) itu bisa saja diisi. Sekali lagi tergantung yang diinginkan pak Jokowi dan diharapkan kader mana yang diinginkan dari PKB, tidak harus spesifik (jadi menteri tertentu),” kata Karding saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Terkait dengan pernyataan Menteri Lukman, Karding menuturkan bahwa itu adalah hak pribadi Lukman karena dia sendiri yang mengalami dan merasakan memimpin Kementerian Agama (Kemenag) selama ini.



“Apa yang menjadi sikap beliau (Lukman Hakim) tentu itu menjadi hak beliau sendiri,” ucap Karding.

Namun, soal peluang PKB mendapatkan posisi Menag, menurut Karding, semua parpol dan semua kader bangsa berpeluang untuk menduduki posisi tersebut. Yang jelas, PKB tidak memberi target-target khusus mengenai kementerian apa yang nanti akan diamanahkan kepada PKB oleh Presiden Jokowi.

“Sepenuhnya saya kira tergantung pada Presiden terpilih pak Jokowi dan kita meyakini bahwa pak Jokowi telah memahami apa-apa saja yang perlu dikembangkan, apa-apa saja yang perlu dibangun di Kementeria Agama,” jawab mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB itu.

“Dan tentu beliau (Jokowi) juga sudah memiliki gambaran siapa-siapa saja yang layak untuk menjadi paling tidak nominator dalam list calon Menag,” tambahnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak