alexametrics

PPP Klaim Sudah Tak Ada Lagi Kubu Muktamar Surabaya dan Jakarta

loading...
PPP Klaim Sudah Tak Ada Lagi Kubu Muktamar Surabaya dan Jakarta
Ketua DPP PPP, Rusli Effendi mengklaim, seluruh kelompok di internal PPP yang selama ini berseberangan dan berbeda pilihan politik telah bersatu kembali. (Foto/Istimewa/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Ketua DPP PPP, Rusli Effendi mengklaim, seluruh kelompok di internal PPP yang selama ini berseberangan dan berbeda pilihan politik telah bersatu kembali. Hal itu disampaikan Rusli dalam jumpa pers persiapan Mukernas ke IV PPP di Kantor DPP PPP, Jakarta, Rabu 17 Juli 2019.

Menurut Rusli, semua pihak yang dianggap tokoh dan figur berpengaruh di Partai berlambang Kakbah itu sudah bertemu.

"Tidak ada lagi kelompok Rommy (Romahurmuziy) atau Surabaya, tidak ada kelompok Jakarta. Tapi kita adalah satu Partai Persatuan Pembangunan," ujar Rusli.



Dia menambahkan, pihaknya sudah merajut dengan berbagai tokoh PPP, termasuk pertemuan yang dilakukan oleh Plt Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa sebagai pengganti Romi dengan mantan Ketua Umum versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz.

"Kita mengimbau pada kesempatan ini, kami kembali kita ajak saudara-saudara kita yang dari PPP yang tentunya belum pindah, kalau sudah pindah ya apa boleh buat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, cara islah dan pertemuan antar tokoh PPP termasuk yang dilakukan Suharso dan Djan tanpa selalu dipublikasikan. Awiek sapaan akrabnya menegaskan, Suharso dan Djan sudah bertemu di kediaman Djan.

Menurut Awiek, seluruh kader PPP yang mengidentifikasikan sebagai kelompok Muktamar Jakarta sudah melebur dengan Muktamar Pondok Gede, Jakarta yang juga bisa disebut sebagai Muktamar Islah.

"Para wakil ketua umum yang di sana mendaftar caleg di PPP yang resmi, itu kan sudah selesai sebenarnya, tidak usah diperpanjang lagi soal itu," imbuh Awiek menandaskan.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak