alexametrics

Menggairahkan Sport Tourism

loading...
Menggairahkan Sport Tourism
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Menteri BUMN Rini Soemarno melepas peserta Mandiri Jogja Marathon 2019 di Kompleks Candi Prambanan, Sleman. Foto/Sindonews/Suharjono
A+ A-
WISATA olahraga (sport tourism ) kian berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ke depan sport tourism harus bisa menjadi andalan pemerintah untuk mendatangkan wisatawan, terutama turis mancanegara, ke dalam negeri. Indonesia memang memiliki prospek yang cerah untuk menjadi ikon utama sport tourism di dunia. Hal itu tak lepas dari potensi besar berupa kekayaan alam indah yang kita miliki.



Menurut Gammon and Robinson (2003), sport tourism terbagi menjadi dua, yaitu hard sports tourism dan soft sports tourism . Hard sport tourism adalah pariwisata olahraga yang terkait dengan event-event besar yang diselenggarakan secara reguler seperti Olimpiade, Asian Games, SEA Games, World Cup. Adapun soft sport tourism adalah pariwisata olahraga yang unsur gaya hidupnya lebih menonjol seperti lomba maraton, triatlon, golf, dan balap sepeda.





Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah event sport tourism sukses digelar di Tanah Air sekaligus menjadi ajang promosi efektif pariwisata Indonesia ke mancanegara. Saat ini banyak daerah di Tanah Air yang berlomba mengembangkan sport tourism masing-masing untuk menarik minat wisatawan. Event sport tourism yang bisa disebut sangat sukses antara lain ajang lomba lari Jogja Marathon dan Borobudur Marathon yang diselenggarakan setiap April dan November di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Event ini selalu melibatkan peserta di atas 7.000 orang, termasuk para pelari dari mancanegara.



Selain itu ada Tour de Singkarak. Ini merupakan salah satu ajang balap sepeda yang sudah mendunia. Pertama kali digelar pada 2008, Tour de Singkarak kini sudah memasuki perhelatan ke-10. Tour de Singkarak termasuk promosi pariwisata efektif karena diikuti juga oleh pebalap dari berbagai negara di dunia. Potensi yang diperkenalkan antara lain keindahan alam dan budaya yang dimiliki Sumatera Barat selaku tuan rumah. Ajang balap sepeda bergengsi lainnya adalah Tour de Banyuwangi Ijen di Jawa Timur. Event ini merupakan ajang olahraga berbalut wisata dengan menempuh rute sejauh 599 km. Seperti di Singkarak, di sini pebalap mancanegara juga ikut terlibat. Ke depan tentu akan semakin banyak event sport tourism yang digelar di Tanah Air. Selain yang sudah berlangsung, beberapa lainnya baru akan digelar, di antaranya lomba MotoGP dan World Super Bike yang akan digelar di Mandalika, NTB. Mulai 2021 atau dua tahun dari sekarang, Indonesia akan menjadi tuan rumah seri balap motor paling bergengsi di dunia tersebut. Mandalika merupakan kawasan wisata terpadu berskala besar yang menjadi andalan Indonesia.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Jawa Tengah juga berpeluang menjadi tuan rumah balap sepeda sebagaimana Singkarak dan Banyuwangi. Kemarin (17/07) di Semarang, Jawa Tengah, Manajemen Grand Fondo New York (GFNY) menyatakan ketertarikannya menggelar event balap sepeda tingkat internasional di daerah ini. Ketertarikan itu disampaikan langsung oleh o rganizer GFNY Indonesia, Axel Moeller, kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Semarang. Jika rencana itu lancar, ajang balap sepeda internasional bergengsi ini juga akan digelar pada 2020.

Beberapa hari lalu kita juga mendapatkan kabar mengenai kemungkinan Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen Formula E. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa Jakarta akan menjadi salah satu penyelenggara ajang lomba balap mobil tersebut pada 2020. Formula E adalah turnamen balap mobil bertenaga listrik yang digelar di sirkuit jalan raya perkotaan. Jika ini benar-benar terealisasi, Indonesia akan semakin dikenal dunia karena Formula E termasuk salah satu kalender automotif yang digemari selain lomba balap paling bergengsi Formula 1.

Sport tourism bisa menjadi alat promosi pariwisata efektif. Melalui setiap ajang yang diselenggarakan, dunia akan melihat dan mengenal Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan olahraga berkelas. Di saat yang sama kita segaligus menunjukkan kekayaan seni dan budaya serta pemandangan alam yang ada. Ke depan pemerintah perlu terus mendorong pemerintah daerah untuk menyelenggarakan event sport tourism kelas dunia. Ini memungkinkan dilakukan karena hampir seluruh daerah di Tanah Air memiliki potensi wisata dengan keunikan dan keunggulan masing-masing.

Demi mendukung tercapainya target kunjungan pariwisata ke Tanah Air, di masa-masa mendatang sport tourism sudah selayaknya menjadi andalan untuk promosi pariwisata ke dunia luar. Kunci untuk mencapai keberhasilan adalah bagaimana kita menjadi penyelenggara yang profesional. Keberhasilan industri pariwisata olahraga juga sangat tergantung dari sinergi seluruh stakeholder , tidak hanya Kementerian Pariwisata atau Kementerian Pemuda dan Olahraga saja, melainkan kementerian-kementerian lain. Pelibatan asosiasi-asosiasi olahraga dan komunitas sangat diperlukan. Tak kalah penting adalah perlunya inisiatif dari kepala daerah yang daerahnya memiliki potensi wisata unggulan untuk berani menggelar event sport tourism kelas dunia di daerahnya. Sumatera Barat, Jawa Timur, DIY, dan sejumlah daerah lain sudah membuktikan mampu melaksanakan dengan sukses. Daerah lain, mengapa tidak?
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak