alexametrics

Airlangga Ngotot Paket Pimpinan MPR Berdasarkan Perolehan Kursi DPR

loading...
Airlangga Ngotot Paket Pimpinan MPR Berdasarkan Perolehan Kursi DPR
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersikeras paket pimpinan MPR harus berdasarkan perolehan kursi di DPR. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pembahasan paket pimpinan MPR di internal partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin berlangsung cukup dinamis.

Partai Golkar yang menduduki posisi kedua setelah PDIP dalam perolehan kursi pada Pemilu Legislatif 2019, tak mau kelihangan kursi Ketua MPR. Sementara PKB, meski hanya menduduki posisi kelima perolehan kursi DPR di bawah PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Nasdem, jauh-jauh hari sudah menyuarakan ketua umumnya Muhaimin Iskandar sebagai calon Ketua MPR 2019-2024.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mengusung paket pimpinan MPR perolehan kursi di parlemen harus menjadi pertimbangan. "Tentu kita lihat kursinya saja. Di parlemen kan posisi berdasar kursi. Kalau di MPR terkait dengan paket dan tentu paket koalisi pemerintah inikan terdiri dari beberapa partai. Nah itu diproporsionalkan di sana saja," ujar Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (17/7/2019).



Karena itu, Golkar akan melakukan komunikasi politik dengan parpol lain yang maju dalam paket pimpinan MPR bersama Golkar. Bahkan, Airlangga mengaku sudah membicarakan langsung untuk lobi-lobi mengenai hal ini dengan para ketua umum parpol KIK lainnya. "Ya itu sudah kita bahas dengan berbagai partai," katanya.

Sebelumnya, politikus senior Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, sebagai parpol peraih suara terbesar ketua setelah PDIP, Golkar tentu berhak mendapatkan jatah kursi ketua MPR. Bahkan, menurutnya, Golkar sudah menyiapkan sejumlah nama kandidat. Di antaranya Bambang Soesatyo (Bamsoet), Azis Syamsuddin, Zainuddin Amali, Muhidin, dan dirinya sendiri.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak