alexametrics

Kominfo Sebut Rencana Penerapan Umrah Digital Tak 'Matikan' Agen Travel

loading...
Kominfo Sebut Rencana Penerapan Umrah Digital Tak Matikan Agen Travel
Kominfo berencana menjalin kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi dalam rangka memperkuat ekonomi digital kedua negara, terutama terkait kegiatan ibadah umrah. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana menjalin kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi dalam rangka memperkuat ekonomi digital kedua negara, terutama terkait kegiatan ibadah umrah.

Dalam kerja sama ini, Kominfo melibatkan dua nama startup besar Indonesia di bidang teknologi, yaitu Tokopedia dan Traveloka. Keputusan menggandeng kedua perusaan Unicorn ini bukan bertujuan untuk mematikan travel agensi umrah yang sudah lama ada.

Dijelakan, perlu digaris bawahi bahwa kerja sama yang dilakukan adalah kolaborasi digital, bukan konvensional. "Jalur yang dipakai itu kolaborasi digital, bukan kolaborasi konvensional yang otomatis itu sudah dilakukan oleh Kementerian Agama. Ini kan Kominfo, kolaborasi digital yang dipakai," kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu saat dihubungi SINDOnews, Selasa (16/7/2019).



Bahkan, menurut dia, dengan kerja sama ini bisa mendorong travel-travel umrah itu untuk bisa bergabung ke dalam platform digital. Terjalinnya kerja sama dengan kedua platform tersebut hanya ingin mengambil celah pasar yang baru. "Poinnya, tidak sama sekali merongrong keberadaan para travel agen (umrah), kami ingin mengambil celah pasar baru," sebutnya. (Baca: Diprotes, Rencana Pemerintah Terapkan Umrah Digital).

Dikatakan, masing-masing platform akan mengembangkan sistemnya agar calon jamaah umrah bisa dengan mudah mengatur sendiri perjalanan ibadah yang diinginkan.

"Sekarang Traveloka dan Tokopedia masih mengembangkan di masing-masing platform dulu. Kalau sudah jadi akan ada skema untuk misalnya bergerak dari kota mana, lalu jalurnya lewat mana, dipilih dari budget. Nah, nanti jika sudah waktunya baru dipublikasi," ucapnya.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Nando ini masih belum bisa memastikan kapan pastinya platform ini akan siap untuk dirilis." Launchingnya nanti di Indonesia, kemungkinan akhir tahun, tapi saya belum dapat waktu pastinya," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak