alexametrics

AM Hendropriyono Malu-malu Usulkan Diaz Jadi Menteri Muda

loading...
AM Hendropriyono Malu-malu Usulkan Diaz Jadi Menteri Muda
Mantan Ketua Umum PKPI, AM Hendropriyono malu-malu mengusulkan anak kandungnya, Diaz Hendropriyono sebagai menteri muda kabinet Jokowi-Maruf Amin mendatang. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Mantan Ketua Umum PKPI, Abdullah Mahmud Hendropriyono (AM Hendropriyono) malu-malu mengusulkan Ketua Umum PKPI sekaligus anak kandungnya, Diaz Hendropriyono sebagai menteri muda kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin mendatang. Hendropriyono sendiri mendukung keinginan Jokowi soal menteri muda karena Jokowi sebagai kaum muda butuh pembantu kabinet yang muda.

“Kalau saya akan sangat bersyukur karena saya sendiri mengalami waktu saya muda saya baca buku itu yang tebalnya 300 halaman 2 hari selesai. Sekarang bisa sebulan, karena apa? Udah tua. Udah banyak penyumbatan di saraf-saraf otak. Itu tidak bisa itu dibantah, itu sudah takdir ilahi dari Allah SWT sudah begitu,” ujar Hendropriyono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

"Jadi yang muda-muda harus tampil sekarang, wah saya seneng itu. Pak Jokowi kan orang muda, dia pilih yang muda-muda gitu," sambung mantan Ketua Umum PKPI ini.



Terkait nama Diaz diusulkan sebagai menteri muda, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu enggan mendorong Diaz karena Diaz merupakan anaknya, jadi tidak mungkin dia mendorong Diaz . Namun, Diaz boleh diusulkan sebagai menteri muda oleh orang lain.

“Ya usulkan boleh aja asal jangan saya yang ngusulkannya. Ya kamu aja kalau saya kan..(ayahnya),” jawab Hendropriyono.

Soal banyaknya parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang usulkan nama menteri muda, mantan Ketua Umum PKPI itu enggan berkomentar. Namun, ia meminta dukungan pada PKPI.

“Makanya kamu, Mas Diaz lo dukung nggak? Dukung PKPI. Dukung PKPI karena saya dulu pernah di situ itu aja,” tandasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak