alexametrics

Laporan Langsung SINDOnews dari Arab Saudi

Menu Makan Jamaah Haji Indonesia Gunakan Rumus 2, 3, 4, 5

loading...
Menu Makan Jamaah Haji Indonesia Gunakan Rumus 2, 3, 4, 5
Karyawan perusahaan katering Al Ahmad sedang menyiapkan menu makan malam untuk jamaah haji Indonesia, Kamis (11/7/2019). FOTO/SINDOnews/ABDUL MALIK MUBAROK
A+ A-
MADINAH - Menu makanan jamaah haji Indonesia bercita rasa Nusantara selama di Arab Saudi. Makanan yang diberikan telah dihitung gizinya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi jamaah.

Pemenuhan nutrisi jamaah penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Sebab, aktivitas jamaah dari sejak tiba di Tanah Suci hingga kepulangan ke Tanah Air cukup tinggi dan membutuhkan fisik yang kuat.

Selama di Madinah, jamaah haji mendapatkan 18 kali makan. Diberikan dua kali sehari, untuk makan siang dan malam. Untuk sarapan pagi, jamaah mendapatkan roti.



Selain itu, jamaah juga mendapatkan paket coffe shop yang dimasukan dalam kotak. Di dalamnya ada kopi sachetan, teh celup, saus, kecap, gula, gelas, dan sendok.

"Bagi jamaah yang tiba Madinah di atas jam 10 malam (waktu Arab Saudi) akan mendapatkan nasi ayam bros (goreng) plus kentang," kata Kasie Katering Daerah Kerja (Daker) Madinah, Dewi Gustikarini di Madinah, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, menu yang diberikan jamaah didasarkan pada rumus 2, 3, 4, 5. Yakni dua kali telur, tiga kali daging, empat kali ayam, dan lima kali ikan. Sayurnya bervariasi antara lain tumis buncis, terong bumbu balado, tumis wortel jagung, dan lain-lain. Dalam setiap menu makan juga dilengkapi dengan buah dan air mineral.

Pemilihan menu jamaah haji, kata Dewi, telah dikonsultasikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ahli gizi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dan Sekolah Pariwisata Bandung Jurusan Tata Boga. "Sehingga kandungan gizi di dalam makanan telah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi jamaah," katanya.

Dewi mengatakan, pendistribusian makanan ke jamaah dilakukan dua kali. Untuk makan siang mulai dikirimkan ke hotel sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WAS. Adapun makan malam mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WAS. Pemilihan waktu ini juga menyesuaikan kegiatan ibadah jamaah melaksanakan Arbain (salat 40 waktu) di Masjid Nabawi.

"Jamaah haji harus segera mengonsumsi makanan yang diberikan. Jangan disimpan karena masa kelayakan makanan hanya sekitar dua jam setelah didistribusikan," kata Dewi.

Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) bekerja sama dengan 15 perusahaan untuk memenuhi kebutuhan makanan jamaah haji di Madinah, 36 perusahaan di Mekkah, 13 perusahaan di Arafah dan Mina, dan sisanya dikelola oleh muassasah Asia Tenggara. Masing-masing perusahaan wajib mempekerjakan minimal 1 juru masak asal Indonesia untuk menjaga cita rasa Nusantara. Bila ada perusaan besar tidak memiliki koki dari Indonesia, tidak akan dipilih untuk melayani jamaah haji Indonesia.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak