alexametrics

Jubir Prabowo Kritik Sikap Moeldoko Soal Kepulangan Habib Rizieq

loading...
Jubir Prabowo Kritik Sikap Moeldoko Soal Kepulangan Habib Rizieq
Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto/SINDOnews/Rico Afrido Simanjuntak
A+ A-
JAKARTA - Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menyesalkan sikap Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko dalam menyikapi pendapatnya agar Habib Rizieq Shihab diberi kesempatan kembali ke Indonesia.

Padahal apa yang diungkapnya terkait upaya untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional, seperti yang sedang dilakukan Prabowo Subianto, Jokowi, dan Jusuf Kalla.

"Saya sayangkan pejabat Publik seperti Pak Moeldoko masih menggunakan narasi meremehkan ketika menanggapi permintaan saya terkait Habib Rizieq, saya tahu persis padahal kita semua termasuk Pak Prabowo, Pak Jokowi, Pak Jusuf Kalla sedang berusaha melakukan 'healing' dan mengembalikan keguyuban nasional," tulis Dahnil melalui akun Twitternya, @Dahnilanzar, Kamis (11/7/2019).



Sebelumnya, Moeldoko menilai rekonsiliasi politik dengan syarat memberikan kesempatan Habib Rizieq Shihab kembali ke Tanah Air tidak relevan. Pasalnya kepergian Rizieq ke Arab Saudi tidak ada campur tangan pemerintah.

“Ya siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi pergi sendiri, kok dipulangin, bagaimana sih? Emangnya kita yang ngusir, kan enggak. Pergi pergi sendiri kok, kita ribut mau mulangin, kan gitu,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa 9 Juli 2019.

Dengan nada bercanda, mantan Panglima TNI juga siap memberikan tiket jika Rizieq ingin kembali ke Indonesia. “Ya pulang sendiri saja. Enggak (bisa-red) beli tiket, baru gue beliin,” ucapnya.

Dahnil melanjutkan, yang diusulkannya bukan meminta fasilitas untuk kepulangan Habib Rizieq secara material. Namun kelapangan dada pemerintah demi kepentingan bersama.

"Untuk membuka 'portal' yang menghalangi beliau HRS (Habib Rizieq Shihab-red) bisa kembali, mengingat beliau tidak punya kasus hukum lagi. Mari kita kubur dendam politik," tuturnya.

Menurut dia, kunci kepulangan Rizieq pulang ke Indonesia ada di tangan Pemerintah Indonesia, bukan Pemerintah Arab Saudi seperti adanya narasi overstay Rizieq di Arab Sadui, begitu juga soal denda sebagaimana disampaikan Duta Besar RI untuk Arab Saudi.

Dia menilai itu soal teknis, jika hal tersebut masalahnya maka sudah cepat diselesaikan. "Mari kita kubur dendam politik, salah satunya dengan membuka 'portal'," tulis mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini.

Diakui atau tidak, kata dia, kesulitan Habib Rizieq kembali ke Indonesia menambah dendam politik dalam sejarah Tanah Air.

"Mari kita kubur dendam politik tersebut, guyub kembali sebagai bangsa dan negara. HRS adalah tokoh umat yang didengar dan diikuti banyak umat Islam," tulisnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak