alexametrics

Amnesty Internasional Dorong Pembentukan Tim Baru Usut Kasus Novel Baswedan

loading...
Amnesty Internasional Dorong Pembentukan Tim Baru Usut Kasus Novel Baswedan
Amnesty Internasional Indonesia mendorong pembentukan tim baru untuk mengusut kasus Novel Baswedan. Foto/SINDOnews.
A+ A-
JAKARTA - Amnesty Internasional Indonesia telah melakukan pertemuan dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono untuk menanyakan perkembangan kasus Novel Baswedan. Dari pertemuan tersebut, Polda Metro Jaya disarankan untuk membentuk tim gabungan, bukan hanya dari pihak kepolisian saja.

Direktur Internasional Amnesty Indonesia, Usman Hamid mengatakan, Kapolda mengakui adanya kesulitan dalam mengungkap kasus tersebut. Namun, pihaknya tetap mendesak agar kasus Novel itu tidak dihentikan dan tetap dilanjutkan pengusutannya hingga pelaku penyerangan dan aktor intelektualnya terungkap.

"Di dalam pembicaraan lisan kami sampaikan kasus Novel Baswedan dan Pak Kapolda menyampaikan mengungkap kasus itu tidak mudah dan kasus itu sedang diusut," ujarnya, Selasa (9/7/2019).



Menurut dia, Amnesty Internasional Indonesia mendorong untuk membuat tim baru dalam pengusutan kasus tersebut. Tim gabungan itu tidak hanya dari jajaran Polri, tapi melibatkan sejumlah elemen lainya, termasuk sejumlah tokoh yang dinilai bisa turut serta dalam menangani kasus tersebut.

"Karena tim itu dibentuk oleh Kapolri, apakah nanti dibentuk tim baru atau tidak, itu tergantung Kapolri. Namun, kami merasa diperlukan suatu tim gabungan pencari fakta, bukan sekedar tim di kepolisian, tapi juga melibatkan para ahli dan para tokoh yang punya integritas moral yang tinggi," tuturnya.

Dia menambahkan, tim pencari fakta gabungan saat menangani kasus Munir pada era SBY atau pada kerusuhan Mei 1998 era Presiden Habibie bisa dijadikan referensi dalam membuat tim baru itu. Polri memiliki kewajiban untuk melakukan pengusutan atas perkara itu.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak