alexametrics

Sidang Kasus Jual Beli di Kemenag

Jadi Saksi, Khofifah Jelaskan Soal Pesan Kiai Asep ke Rommy

loading...
Jadi Saksi, Khofifah Jelaskan Soal Pesan Kiai Asep ke Rommy
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus suap seleksi pengisian jabatan di Kemenag dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan M Muafad Wirahadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/7/2019). Foto/SINDOnews/Sutikno
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui pernah menyampaikan nama terdakwa pemberi suap Haris Hasanuddin kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy (Rommy) atas pesan Kiai Asep Saifudin Chalim.

Fakta ini disampaikan Khofifah Indar Parawansa saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan dua terdakwa pemberi suap jual beli jabatan atau Seleksi Jabatan Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi pada Kementerian Agama 2018/2019, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Kedua terdakwa, yakni Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur nonaktif Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik nonaktif Muh Muafaq Wirahadi.



Khofifah Indar Parawansa dihadirkan bersama sembilan saksi lain oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK. Di antaranya Anggota Polri sekaligus ajudan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Hery Purwanto, Komisioner Komisi Aparatir Sipil Negara (KASN) Waluyo, Kasubag Informasi dan Humas Kantor Kanwil Kemenag Jawa Timur Markus, Staf Ahli Menag Bidang Hukum dan HAM Janedjri M Gaffar, Anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyaffa Noer, dan Sekretaris DPW PPP Jawa Timur Norman Zein Nahdi.

Khofifah menegaskan tidak mengetahui bagaimana proses seleksi jabatan calon Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur yang diikuti terdakwa Haris Hasanuddin. Tapi saat proses seleksi masih berlangsung awal 2019, Khofifah mendapatkan informasi dari tokoh PPP Jatim sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kiai Asep Saifudin Chalim.

Kiai Asep meminta Khofifah menanyakan kenapa Haris yang sudah mengikuti proses seleksi tapi tidak dilantik. Beberapa waktu kemudian, Khofifah menerima pesan singkat WhatsApp dari tersangka penerima suap anggota Komisi XI DPR nonaktif sekaligus Ketua Umum DPP PPP ‚ÄéMuchammad Romahurmuziy (Rommy).

"Ada WA di awal Februari. Isinya meminta saya hadir pada kampanye 10 April. Saya bilang ya Insya Allah saya akan hadir. Kemudian karena saya diminta oleh Kiai Asep menanyakan bahwa Pak Haris sesunggungnya sudah selesai dan kenapa tidak dilantik. Saya diminta tanya. Jadi saya tanyakan (ke Rommy-red). Kebetulan mas Rommy WA, jadi saya jawab di WA itu 'awas kanginan' (masuk angin)," ujar Khofifah di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ketua Umum Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) memastikan kenal dengan Kiai Asep. Karena dua anak Khofifah 'mondok' di Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

JPU Abdul Basir mengonfirmasi apa maksud Khofifah mengirimkan pesan WhatsApp 'awas kanginan'. Khofifah menjelaskan, pesan ini sifatnya pertanyaan karena menurut Kiai Asep proses yang dilalui Haris telah selesai tetapi belum dilantik padahal Haris adalah nominator utama.

"Saya sampaikan awas kanginan. Dijawab (oleh Rommy dalam pesan singkat WhatsApp-red) 'apa yang dimaksud Haris Jatim?' Saya jawab, 'iya'. Saya sampaikan ke Rommy karena pesan Kiai Asep begitu tolong tanya ke Rommy," tutur Khofifah.

JPU Basir kembali mendalami apakah Khofifah memberikan rekomendasi untuk Haris maju untuk terpilih sebagai kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Khofifah memastikan tidak pernah. JPU Basir tetap penasaran.

"Pengusulan Haris ke Rommy atas desakan Anda dan Kiai Asep. Betul ini?" tanya JPU Basir lagi. "Tidak," jawab Khofifah.

Khofifah mengakui kenal dengan Haris Hasanuddin sejak Haris menjabat sebagai plt Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Perkenalan terjadi saat Khofifah hadir dalam kapasitas sebagai Gubernur Jawa Timur untuk mengisi acara rakor yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Khofifah mengaku kenal juga dengan M Roziqi, mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Saat Roziqi menjadi kepala Kanwil, Khofifah adalah ketua PP Muslimat NU dan Ketua Umum PWNU. Khofifah melanjutkan, Roziqi juga merupakan Ketua Tim Sukses Pemenangan pasangan Khofifah-Emil Dardak saat pasangan cagub-cawagub Jawa Timur ini maju dalam Pilkada Serentak 2018. Belakangan setelah ramai di media, Khofifah baru mengetahui bahwa Roziqi adalah mertua dari Haris Hasanuddin.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak