alexametrics

Kemenkes Siapkan Fasilitas Terbaik untuk Calon Jamaah Haji

loading...
Kemenkes Siapkan Fasilitas Terbaik untuk Calon Jamaah Haji
Pelaksanaan Ibadah Haji Indonesia tahap pertama akan dilakukan pada tanggal 7 Juli mendatang, aspek kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pelaksanaan Ibadah Haji Indonesia tahap pertama akan dilakukan pada tanggal 7 Juli mendatang, aspek kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian pemerintah.

Maka dari itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan berbagai upaya agar ibadah para jamaah berjalan lancar, dengan memberikan penguatan dan pemahaman kepada
masyarakat dari sisi kesiapan pemerintah, agar benar tersampaikan.

"Sudah lakukan dari awal upaya pendampingan yaitu bagaimana calon jamaah menjaga kesehatan, menjaga diri sampai mereka berangkat. Kita ingin melayani dan melindungi jamaah haji, sehingga mereka beribadah lancar dan mendapat ketentuan syariat Islam dengan benar," ujar Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Permadi, di Kemenkes, Jakarta, Selasa (2/7/2019).



Oscar menjelaskan, para jamaah harus mencapai kondisi layak, mampu dan kuat melakukan ibadah. Di mana pengendalian faktor kesehatan adalah sangat penting, karena mereka akan menempuh perjalanan panjang.

"Ada beberapa faktor yang diwaspadai karena kondisi tanah air beda dengan tanah suci, seperti waspada gelombang panas saat ini, aspek sosial cultural, aktivitas fisik, dan pelayanan fasilitas," terang Oscar.

Menurutnya, para calon jamaah perlu melakukan upaya kesehatan saat masih ada di Indonesia di mana ada tiga kali proses pemeriksaan kesehatan.

"Hulunya di puskesmas, kedua selama 3 bulan sebelum berangkat, terakhir nanti pada saat bandara embarkasih untuk layak atau tidak berangkat. Kita liat status jamaah, tingkat risiko, apakah dia layak atau tidak dan kita beri pembinaan kesehatan," ucap Oscar.

Sementara itu, Kemenkes sendiri sudah menyiapkan 79 ton obat-obatan untuk melayani sekira 200 ribuan jamaah Indonesia.

"Obat-obatan lebih banyak cairan seperti cairan infus, karena pola penyakit di sana biasanya dehidrasi, lalu obat batuk dan ada penambah gizi seperti susu atau makanan tambahan untuk jamaah," terang Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak