alexametrics

Menhan: Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Harus Dilakukan Pascaputusan MK

loading...
Menhan: Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Harus Dilakukan Pascaputusan MK
Menhan Ryamizard Ryacudu bersama dengan tokoh lintas agama menandatangani kesepakatan untuk membangun Indonesia yang sejuk. Foto/sucipto
A+ A-
JAKARTA - Menhan Ryamizard Ryacudu menyatakan, pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) rekonsiliasi antara calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto harus dilakukan.

"Pertemuan antara keduanya, haruslah. Entah apa namanya pertemuan itu. Tapi dalam keadaan hati yang menerima, baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo. Yang penting arahnya bersatu kembali," kata Ryamizard saat halalbihalal bertajuk Rekat Anak Bangsa Menuju Indonesia Sejuk di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Menurut Ryamizard, pertemuan antara kedua calon presiden yang bertarung di Pilpres 2019 ini bisa dilakukan pascaputusan sengketa Pemilu di MK. "Jangan ada pembisik, jangan bisik-bisik segala macam, bahaya itu. Saya tahu Prabowo. Prabowo itu letting saya. Empat tahun saya bersama-sama dengan dia mulai dari letnan hingga jenderal sama-sama, berapa tahun itu. Saya ngerti benar Prabowo," katanya.



Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini meminta kepada siapapun untuk menghormati yang menang.Sebab, Indonesia negara hukum. "Siapa yang menang kita hormati itu keputusan dari negara. Kita negara hukum bukan negara yang tidak ada hukumnya. Hukum panglima tertinggi, harus ditaati," kata Ryamizard.

Mantan Pangkostrad ini menegaskan, keinginannya agar bangsa Indonesia bersatu kembali dan tidak terpecah karena perbedaan pandangan politik. "Kemarin ada 01 dan 02, kalau itu terus dilakukan kan pecah negara ini. enggak baik, kalau pertandingan sudah selesai ya sudah, ini negara bukan negara 01 dan 02 tapi Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak