alexametrics

Senior Golkar Berpesan Munas Jangan Sampai Gaduh

loading...
Senior Golkar Berpesan Munas Jangan Sampai Gaduh
Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto/SINDOnews/Sutikno
A+ A-
JAKARTA - Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku telah bertemu dengan sejumlah senior Golkar di antaranya, Wapres Jusuf Kalla (JK), Presiden RI ke-3 BJ. Habibie dan mantan Ketum Golkar Akbar Tanjung.

Dalam pertemuan, para senior memberikan nasihat bahwa Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang akan diselenggarakan pada tahun ini jangan sampai menimbulkan kegaduhan dan perpecahan.

“Intinya saya dan pak Airlangga bertemu pak JK intinya sama. Pak JK menyambut baik kontestasi yang akan terjadi di Partai Golkar, dan itu tidak bisa dihindari. Dan hanya berpesan tidak boleh gaduh,” kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/6).



Calon Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, dalam Partai Golkar ada tradisi di mana saat ada kader yang ingin maju mencalonkan diri sebagai ketum, tentu harus sowan ke senior-senior Golkar. Tentu tidak hanya JK, dia juga telah sowan ke BJ Habibie dan Akbar Tanjung guna meminta nasihat dari para senior Golkar. Mereka memberikan pesan yang sama untuk tetap menjaga kesatuan Partai Golkar.

“Agar yang terpenting adalah bahwa kontestasi Partai Golkar nanti ke depan tidak boleh gaduh dan memecah belah. Agar tetap smooth,” katanya.

Menurut dia, kontestasi dalam sebuah partai tidak bisa dihindari, hanya saja ada perbedaan-perbedaan pandangan di internal partai dan itu hal yang biasa terjadi. “Cuma ada yang bertahan, ada yang ingin cepat, itu aja persoalannya. Tapi cepat dalam pengertian Januari sampai Desember yang sudah diatur dalam ketentuan AD/ART,” ujar Ketua DPR itu.

Terkait percepatan Munas, Bambang menjelaskan bahwa tidak ada kata percepatan karena 2019 memang jadwal untuk dilaksanakannya Munas. Dalam AD/ART Partai Golkar, periodisasi kepemimpinan hanya dihitung dengan tahun misalnya, 2014-2019. Untuk waktunya kapan itu bisa ditafsirkan Januari sampai dengan Desember, tergantung kesepakatan pengurus dan daerah.

“Dan ini juga yang perlu diluruskan, kita berharap tidak ada yang perlu ditakuti, tidak perlu alergi kalau ada yang menginginkan Munas saat ini, besok, atau lusa. Yang penting tidak melanggar ketentuan yang ada dalam AD/ART yaitu periodisasinya Januari dan sampai Desember,” tegasnya.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak