alexametrics

Hadapi Bonus Demografi, Mahasiswa Harus Dibekali Kewirausahaan

loading...
Hadapi Bonus Demografi, Mahasiswa Harus Dibekali Kewirausahaan
Rektor UP Wahono sumaryono (kanan) dan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan (kiri) sepakat mendorong kewirausahaan di Indonesia.
A+ A-
JAKARTA - Kemenpora bersama dengan Universitas Pancasila (UP) berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan ilmu kewirausahaan. Hal ini penting guna menghadapi bonus demografi yang diprediksi pada 2030.

"Nantinya wirausaha dijadikan mata kuliah wajib umum bagi mahasiswa UP pada tahun 2020,” kata Rektor UP, Wahono Sumaryono usai kuliah umum Kewirausahaan Pemuda, Senin (24/6/2019).

Wahono menilai, pada 2030 nanti sebanyak 60% atau sekitar 180 juta masyarakat Indonesia adalah usia produktif. Sehingga jika persoalan lapangan pekerjaan hanya dibebankan pada negara maka akan menjadi pekerjaan berat. “Agar mahasiswa menjadi kompeten, kemampuan hardskill dan softskill harus dibekali dengan semangat kewirausahaan. Sehingga mereka tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi mampu menciptakan lapangan kerja,” tukasnya.



Ditempat yang sama, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan mengatakan pentingnya memiliki jiwa kewirausahaan. Generasi muda yang menjadi wirausaha harus mampu melakukan inovasi, dan kreatifitas dalam mengoptimalkan potensi diri menjadi aktual, bermakna, berdimensi ekonomi, serta bermanfaat bagi sesama.

“Kewirausahaan ini penting untuk membangun kemandirian ekonomi bangsa. Untuk menjadi wirausahawan maka harus ada keberanian dalam memulai usaha dan jangan takut gagal,” katanya.

Bentuk dukungan yang diberikan pihaknya pada wirausaha muda di Indonesia adalah dengan memberikan bantuan berupa dana segar dalam bentuk hibah. Teknisnya, pemuda harus mengajukan proposal bisnis yang riil dan nyata untuk mendapatkan dana sebesar Rp15 juta. Pada tahun ini, kata dia, ada 1.000 unit bantuan akses permodalan. Dengan rincian 900 bantuan dengan nilai masing-masing Rp15juta. Sedangkan, 100 bantuan masing-masing nilainya Rp25 juta. “Ide bisnis tak ada batasnya, banyak prospek bagus karena semakin paham ada media sosial, sehingga ide bisnis tak ada batasnya,” katanya.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak