alexametrics

Ahli KPU Sebut Suara 01 dan 02 Sama-sama Bertambah dan Berkurang

loading...
Ahli KPU Sebut Suara 01 dan 02 Sama-sama Bertambah dan Berkurang
Komisioner KPU mengikuti sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Marsudi Wahyu Kisworo, Ahli yang dihadirkan termohon KPU diminta pendapatnya tentang Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU yang dinilai bisa menguntungkan salah satu pasangan calon.

Kuasa Hukum KPU, Ali Nurdin yang mendapat kesempatan pertama menggali pendapat Wahyu tentang apakah Situng bisa direkayasa atau diintervensi untuk menguntungkan salah satu paslon.

Mendengar pertanyaan Ali, Wahyu meminta izin kepada majelis apakah dirinya boleh beropini. "Boleh karena ahli," kata Wahiduddin Adam hakim ketua yang memimpin sidang, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6/2019).



Kemudian Wahyu memulai pendapatnya dengan menampilkan perbandingan Situng yang dilakukan dirinya dengan lembaga rumah pemilu. Ia menjelaskan, yang terjadi di masing-masing daerah polanya acak. Kecuali, kata Wahyu, jika polanya terjadi di satu tempat, maka hal demikian patut diduga direkayasa.

Menurutnya, karena basisnya per TPS yang jauh lebih acak, maka bisa dipastikan suara 01 dan 02 yang menang banyak di satu tempat, ketika diapload hasilnya bisa berkurang.

"Jadi sangat acak, kalau saya boleh beropini jadi tidak ada, saya tidak bisa menduga adanya kesengajaan, hanya kesalahan manusiawi," ungkapnya.

Termohon KPU lalu meminta penegasan dari Wahyu apakah data yang ditampilkan dalam situng terjadi pengurangan suara untuk 02.

"Tidak. Jadi dua duanya ada yang ditambah dan dua duanya ada yang dikurangi. Jadi seperti kita lihat pada ini per provinsi saja kita lihat yang merah suara pasangan 01 yang ini 02," ucapnya.

"Di Aceh misalnya, itu terjadi justru lonjakan pasangan 02, lebih banyak 02 tapi setelah kita lihat beberapa contoh C1-nya memang C1-nya banyak yang tidak diisi," tambah dia.

Lalu, termohon juga menegaskan apakah kesalahan Situng bentuk rekayasa yang bisa mempengaruhi perolehan suara yang dihitung secara berjenjang, Wahyu menegaskan hal itu tidak mungkin. Sebab, Situng tersebut langsung inputnya C1 dari masing-masing TPS.

Menurutnya, suara berjenjang itu selain dilakukan secara terbuka juga berjenjang dari mulai formulir DA, DB, dan seterusnya. "Sehingga kalau mau merekayasa menurut saya sebagai pakar IT, kalau saya mau merekayasa bukan dari situng, yang saya rekayasa perhitungan suara berjenjangnya itu," papar dia.

"Itu pun kalau bisa. Tapi saya kira akan sangat sulit karena situng tidak ada gunanya mau direkayasa gak ada gunanya juga, percuma saja," tandasnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak